Barabai, (Antaranews Kalsel) - Plt Bupati Hulu Sungai Tengah (HST)
H Akhmad Tamzil membuka secara resmi ruangan asrama baru santri Pondok pesantren (Ponpes) Al-Muhajirin di Desa Pemanagkih Seberang Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kamis (12/7).
Acara tersebut juga dirangkai dengan kegiatan Halal bilhalal serta selamatan gedung baru di bawah yayasan gotong royong Al-Muhajirin dengan dihadiri unsur pimpinan daerah, ketua DPRD HST dan para donator pengusaha daerah maupun di luar daerah.
Pada kesempatan tersebut sekda H Akhmaf Tamzil mengaprisiasi keberadaan gedung baru tersebut guna kenyamanan fasilitas pondok sekaligus kelangsungan proses belajar mengajar untuk mencetak para santri agar ber akhlakul karimah dibawah bimbingan pengasuh dan para ustadz.
"Sejalan hal tersebut Pemda berkometmen menjadikan iman dan taqwa sebagai landasan pembangunan di berbagai bidang sesuai dengan visi terwujudnya masyarakat HST yang agamis, mandiri, sejahtera dan bermartabat," katanya.
Ditambahkannya lagi keberadaan asrama bisa memberikan motivasi seluruh santri untuk berkonsentrasi mengikuti pelajaran serta menginspirasi terhadap Ponpes lain yang masih belum mempunyai asrama refresintatif.
"Dalam rangkaian halal bihalal ini kami mengajak elemen masyarakat untuk terus bersama-sama menyatukan pola pikir dan tindakan guna kelangsungan pembangunan Bumi Murakata yang lebih baik di masa akan datang," katanya.
Pada kesempatan tersebut sekda juga minta di do'akan kepada para ulama agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan dan keamanan serta kemudahan untuk menjalankan roda pemerintahan dengan mengemban amanah yg di berikan masyarakat.
Pendiri ponpes Al Muhajirin KH Muchtar HS yg diwakili ketua yayasan gotong royong Muhajirin ustadz H Barmawi mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian serta hubungan yang terjalin selama ini dengan pemerintah daerah sehingga sangat menunjang kelangsungan pendidikan agama.
Dilaporkannya asrama baru di bangun atas bantuan pengusaha dengan 2 lantai serta 20 kamar tidur yang bisa menampung sekitar 360 orang sedangkan santri yg terdaftar tahun 2018 hampir 1000 lebih santri.