Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat edukasi keluarga melalui promosi dan konseling keluarga berencana (KB) pascasalin guna menekan risiko stunting sejak masa awal kehidupan anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj. Faridah Yamani mengatakan, stunting bukan sekadar persoalan gizi namun berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan kognitif,” kata Faridah di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.

Ia menyebutkan, penguatan layanan KB pascasalin menjadi langkah penting guna membantu keluarga merencanakan kehamilan secara lebih sehat, termasuk menjaga jarak kelahiran yang aman demi kesehatan ibu dan anak.

"Program DASHAT juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal bergizi dengan biaya terjangkau sebagai pencegahan stunting berbasis keluarga," ujarnya.

Baca juga: PKK Tapin latih kader desa awasi keamanan pangan

Faridah menjelaskan, keterlibatan kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam memperluas edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki balita.

"Kami berharap program DASHAT mampu mendorong perubahan pola hidup sehat dan peningkatan kualitas gizi keluarga secara berkelanjutan," katanya menambahkan.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026