Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan anggaran sekitar Rp390 juta untuk merehabilitasi bangunan SD Negeri Binuang 10 yang ambruk akibat dampak bencana alam.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Tapin Muhammad Rafi’i mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap kerusakan fasilitas pendidikan.
“Anggaran yang disiapkan sekitar Rp390 juta dan saat ini masih dalam proses penyusunan rencana anggaran biaya (RAB),” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Baca juga: Pemkab Tapin proses penanganan kelas ambruk SDN Binuang 10
Ia menjelaskan, kerusakan bangunan dipicu rangkaian bencana, mulai dari banjir yang merendam sekolah hingga angin puting beliung yang menyebabkan salah satu ruang kelas berbahan kayu menjadi miring.
Meski sempat direncanakan penanganan saat kondisi bangunan masih berdiri, ucap Rafi'i, ruang kelas tersebut akhirnya roboh setelah diguyur hujan lebat sebelum proses rehabilitasi dimulai.
Rafi’i menyebutkan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal karena bangunan yang terdampak sudah tidak digunakan sejak dinilai tidak layak.
Baca juga: Tapin kekurangan 333 guru PNS SD dan SMP
“Fokus penanganan sementara ini pada pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Tapin menargetkan proses rehabilitasi segera berjalan setelah tahapan perencanaan rampung, guna memastikan sarana pendidikan kembali aman dan layak digunakan.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026