Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memprioritaskan pendampingan kesehatan bagi calon haji risiko tinggi saat memberangkatkan 304 jamaah menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Wakil Bupati Tapin H. Juanda mengatakan, perhatian khusus diberikan kepada jamaah lanjut usia dan kategori risiko tinggi mengingat kondisi cuaca ekstrem serta padatnya aktivitas ibadah di Arab Saudi.

“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke daerah dalam keadaan sehat,” ujar Juanda di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.

 

Wakil Bupati Tapin H. Juanda saat memberangkatkan 304 jamaah calon haji asal Tapin menuju tanah suci untuk menunaikan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis (14/05/2026). (ANTARA/Muhammad Rastaferian Pasya)

 


Ia menyebutkan, berdasarkan data Petugas Haji Daerah Kabupaten Tapin 2026, sebanyak 35 jamaah atau sekitar 13,6 persen masuk kategori risiko tinggi (risti) yang didominasi hipertensi, diabetes mellitus, dan gangguan jantung.

Pemkab Tapin bersama petugas kesehatan dan Kementerian Agama Tapin, ucap Juanda, menyiapkan pemantauan kesehatan berkala selama musim haji berlangsung guna memastikan kondisi jamaah tetap stabil.

Petugas Haji Daerah Kabupaten Tapin Noor Ipansyah mengatakan, layanan kesehatan disiagakan untuk mendampingi jamaah sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Petugas kesehatan siap membersamai jamaah dalam seluruh rangkaian ibadah. Pemantauan kesehatan berkala juga terus dilakukan, terutama kepada jamaah risti,” ujar Noor.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tapin Salmiah Rajebi menyebutkan, akan memastikan seluruh tahapan administrasi dan kesiapan keberangkatan jamaah telah rampung.

Selain pendampingan kesehatan, kata dia, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap jamaah lanjut usia melalui penempatan pendamping agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar.

“Jamaah diminta menjaga pola makan, istirahat, dan mengikuti arahan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah berjalan baik,” kata Salmiah.

Ia mengatakan, sebanyak 304 jamaah haji asal Tapin berasal dari 12 kecamatan dengan komposisi 134 laki-laki dan 170 perempuan.

"Kecamatan Tapin Utara menjadi daerah penyumbang jamaah terbanyak mencapai 73 orang, disusul Candi Laras Utara 52 orang, Binuang 42 orang, serta Candi Laras Selatan 39 orang," ujarnya.

Dari total jamaah, ucap Salmiah, sebanyak 229 orang masuk kategori prioritas, 39 jamaah penggabungan mahram, 23 jamaah cadangan, dua prioritas lansia, dua pendamping lansia, dan sembilan mutasi masuk.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026