Rantau (ANTARA) - Panen padi lokal jenis Siam yang berlangsung serentak di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mulai menekan harga jual gabah di tingkat petani.
Penurunan harga gabah dirasakan petani di beberapa kecamatan, seperti Tapin Selatan dan Bakarangan, dengan koreksi sekitar Rp1.000 per kilogram dalam sepekan terakhir akibat melimpahnya pasokan di pasaran.
Petani Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, Abdul Hadi mengatakan gabah hasil panennya sebelumnya masih dapat dijual seharga Rp10.000 per kilogram kepada pengepul, namun kini mulai mengalami penurunan.
“Sekarang sudah mulai turun, tidak seperti awal panen kemarin,” ujarnya di Rantau, Minggu.
Baca juga: Pemkab Tapin siapkan Rp390 juta untuk SD Binuang 10
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bakarangan. Petani Desa Parigi Kacil Abdillah menyebutkan harga gabah di wilayahnya kini hanya berkisar Rp9.000 per kilogram.
“Ada selisih sekitar Rp1.000. Minggu lalu masih bisa Rp10.000, sekarang jadi Rp9.000 per kilogram,” katanya.
Menurut dia, penurunan harga berlangsung cepat seiring panen serentak yang menyebabkan pasokan gabah meningkat tajam, sehingga melemahkan posisi tawar petani di tingkat pengepul.
Abdilah mengatakan, harga saat ini masih relatif bertahan dibanding potensi penurunan yang lebih dalam.
Baca juga: PT Tri Buana Mas dan Polsek uji kesiapan sistem cegah karhutla di Tapin
“Asalkan jangan sampai turun jadi Rp7.000 per kilogram gabah kering. Kalau segitu, petani tidak ada keuntungan dari biaya tanam sampai upah angkut,” ujarnya.
Abdilah berharap, pemerintah daerah dapat melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga gabah, terutama saat panen raya, agar petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.