Tanah Laut, Kalsel (ANTARA) - Bupati Tanah Laut (Tala) Kalimantan Selatan (Kalsel) Rahmat Trianto meluncurkan buku Coretan Anak Tanah Laut pada kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, di Gedung Balairung Pelaihari.
Menurut Rahmat di Pelaihari, Ahad, peluncuran buku tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan dan membiasakan budaya literasi atau kemampuan menulis dan membaca anak-anak sejak usia dini
Buku Coretan Anak Tanah Laut merupakan kumpulan karya tulis siswa SMP hasil lomba menulis cerpen yang diinisiasi langsung oleh Bupati Tanah Laut dan dibukukan melalui kerja sama dengan Gramedia.
Baca juga: Bupati Tanah Laut ajak tenaga pendidik berkomitmen majukan pendidikan
Baca juga: Bupati tegaskan pendidikan investasi jangka panjang
Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para siswa yang telah berani menuangkan imajinasi, pengalaman, serta gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan.
Dia menegaskan bahwa karya-karya dalam buku tersebut ditampilkan apa adanya tanpa melalui proses penyuntingan, sebagai bentuk penghargaan terhadap keaslian ekspresi anak-anak.
“Tidak semua orang berani menulis. Ketika karya mereka dihargai, maka anak-anak akan lebih percaya diri untuk berkarya lebih baik dan lebih hebat lagi ke depan,” ujar Bupati.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya membiasakan budaya literasi sejak dini, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi.
Baca juga: Dispusip-Balai Bahasa bina komunitas literasi Tanah Laut
Menurut dia, menulis bukan hanya soal kemampuan bahasa, tetapi juga melatih keberanian, daya pikir, serta kemampuan mengolah ide dan referensi.
“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita, tetapi menjadi pemantik semangat bahwa dari imajinasi dan mimpi, anak-anak bisa menghasilkan karya yang bernilai,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut Mirza Fazrin juga menyampaikan bahwa buku Coretan Anak Tanah Laut ditulis oleh 24 anak dihasilkan dari lomba menulis cerpen tingkat SMP yang diikuti berbagai sekolah di Tanah Laut.
Dia juga menjelaskan bahwa lomba ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Bupati Tanah Laut agar karya-karya siswa tidak hanya berhenti pada ajang perlombaan, tetapi juga dapat dibukukan dan dinikmati oleh masyarakat luas.
