Kegiatan tersebut menghadirkan PTS dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tapin.
Baca juga: LLDIKTI XI gencarkan sosialisasi aturan baru penjaminan mutu pendidikan tinggi
Kepala LLDIKTI XI Kalimantan Dr. Muhammad Akbar di Banjarmasin, Rabu mengatakan momentum akhir tahun dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persepsi pimpinan PTS dan dosen terkait kualitas layanan selama satu tahun terakhir.
Mengingat cakupan wilayah LLDIKTI XI cukup luas, mulai Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Barat, diperlukan koordinasi intensif dalam memastikan layanan berjalan sesuai kebutuhan penerima layanan.
“Mereka tersebar, bukan cuma di Banjarmasin, di Kalteng, di Kalbar jauh banget. Ya, itulah yang coba kami minta masukan,” ujar Akbar.
Ia menegaskan, respons terhadap keluhan maupun permintaan perbaikan layanan dari para pemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan LLDIKTI XI ke depan.
Saat ini, LLDIKTI XI menyediakan 52 jenis layanan yang mencakup aspek kelembagaan, mulai dari pendirian PTS atau program studi baru hingga layanan Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti rekomendasi studi lanjut dan proses usulan jabatan fungsional dosen.
Akbar juga menekankan pentingnya pelaporan data yang akurat dari PTS, mengingat data menjadi dasar validasi berbagai layanan.
Baca juga: Kepala LLDIKTI XI : Perlu adanya standarisasi perguruan tinggi untuk dunia kerja
“Kami percayakan ke perguruan tinggi masing-masing, silakan laporkan sesuai dengan fakta, kami tidak perlu cek satu per satu, karena layanan yang lain masih banyak,” tegasnya.
Selain dosen dan kelembagaan, mahasiswa turut menjadi fokus utama layanan. LLDIKTI XI memastikan setiap mahasiswa yang terdaftar di kampus juga terdaftar dan terverifikasi dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi sebelum disampaikan ke pusat, sehingga status akademik mahasiswa memiliki kepastian.
FKP juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan pemahaman lebih mendalam terkait prosedur layanan yang dinilai cukup kompleks.
Meski informasi layanan telah tersedia melalui aplikasi Pinandu, pendekatan tatap muka tetap dianggap efektif dalam memperkuat pemahaman PTS terhadap mekanisme layanan.
Menurut Akbar, saat ini LLDIKTI XI melayani 158 PTS aktif dan 15 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada lima provinsi se-Kalimantan.
Kemudian, Akbar mengungkapkan dorongan peningkatan mutu terus dilakukan, termasuk dengan mendorong program studi mencapai akreditasi unggul dengan hasil lebih dari 10 program studi di PTS berhasil meraih akreditasi tersebut.
“Kami fokus ke PTS, meyakinkan bahwa seluruh mitra di PTS itu bahu-membahu kerja sama untuk melampaui standar,” ujarnya, sembari berharap sinergi ini terus memperkuat peningkatan akreditasi institusi maupun program studi di Kalimantan.
Baca juga: LLDIKTI XI tingkatkan layanan perguruan tinggi untuk jaga maruah kampus

