Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil mencetak doktor pertama pada Program Strata Tiga (S3) Administrasi Pendidikan lulus dengan nilai cumlaude atas nama Dr. Ratna Purwanti, SPd., MPd.
"Saudari Ratna hari ini telah melewati ujian disertasi berjudul Manajemen Kurikulum Terintegrasi Pendidikan Karakter Lokal," kata Koordinator S3 Administrasi Pendidikan ULM Prof Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D di Banjarmasin, Selasa.
Menurut Prof Sur, sapaan akrab Ahmad Suriansyah, capaian Ratna sangatlah membanggakan bagi program studi.
Baca juga: Universitas Lambung Mangkurat buka Program Doktor Administrasi Pendidikan
Kontribusi disertasi yang dilahirkan juga sangat bernilai tinggi bahkan mendapat apresiasi dari seluruh penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Ali Rachman, M.Pd, Dr. Novitawati, S.Psi., M.Pd serta penguji eksternal dari Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.
Prof Sur sendiri berperan sebagai promotor bersama co-promotor Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si dan co-promotor Dr. Noorhapizah, ST.,M.Pd.
Prof Sur menyatakan lingkungan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang menjadi objek penelitian sangatlah bermutu mengingat PAUD menjadi dasar pada proses pembentukan karakter peserta didik.
"Rusak PAUD maka rusaklah seluruh jenjang pendidikan berikutnya," tegasnya.
Kemudian yang menjadi nilai plus juga, Ratna meneliti bagaimana integrasi kurikulum dengan muatan lokal yang selama ini cenderung inovasi yang belum tersentuh.
"Jadi saudari Ratna telah berhasil meneliti jantungnya pada proses pembentukan manusia berkarakter Indonesia emas 2045," jelasnya.
Baca juga: Tim asesor Kemendikbudristek visitasi lapangan dua program doktor baru ULM

Sementara Ratna mengaku bersyukur menjadi lulusan pertama di Program Strata Tiga (S3) Administrasi Pendidikan ULM yang merupakan angkatan 1 masuk tahun 2023.
Dia pun berharap hasil penelitiannya dapat berkontribusi dalam bidang administrasi pendidikan yang pada akhirnya mendorong kemajuan dunia pendidikan Indonesia secara luas.
Dalam disertasinya berjudul Manajemen Kurikulum Terintegrasi Pendidikan Karakter Lokal (Studi Multi Kasus di TK Negeri Pembina Inti, TK Alam Berbasis Karakter Sayang Ibu dan TK At-Tibyan Kecamatan Banjarmasin Tengah), Ratna menilai menjadi langkah strategis untuk menyiapkan anak usia dini agar memiliki karakter yang kuat dan tidak tercabut dari akar budayanya adalah menyiapkan secara matang kurikulum terintegrasi pendidikan karakter lokal.
Penelitian ini menemukan bahwa nilai dan keyakinan kepala sekolah dalam kurikulum terintegrasi pendidikan karakter lokal mencakup: (1) nilai religius (nilai bekerja berdasarkan keikhlasan; nilai baiman); (2) nilai karakter lokal (nilai bauntung; nilai batuah; waja sampai kaputing yakni komitmen tinggi, konsisten dari awal sampai akhir, bertanggung jawab, kerja keras, tekun, transparan, cinta budaya dan mandiri; haram manyarah yakni pantang menyerah; gawi sabumi atau gotong royong); (3) nilai ketauladanan (nilai asah, nilai asih dan nilai asuh); serta (4) nilai kolegalitas (rasa memiliki; dan rasa kekeluargaan).

Strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam kurikulum terintegrasi pendidikan karakter lokal mencakup: (1) visioner (memiliki visi keunggulan; menjadi inspirasi bawahan; menjadi motivator; pemberi ide/gagasan; panutan bagi bawahan; menunjukkan sikap karisma); (2) pembentukan tim kerja (melibatkan bawahan dalam tim; memberdayakan sumber daya manusia secara efisien); serta (3) iklim sekolah (menciptakan budaya sekolah yang inovatif; menciptakan budaya sekolah yang produktif; dan menciptakan komunikasi terbuka dan kekeluargaan).
Strategi pemberdayaan guru dalam kurikulum terintegrasi pendidikan karakter lokal mencakup: (1) improvement (peningkatan kompetensi berbasis digitalisasi; pembinaan); (2) nurturing (pemberian motivasi kerja; pelibatan individu dalam tim kerja; pelibatan semua guru sesuai kompetensi); (3) maintenance (menciptakan budaya kerja positif; menciptakan iklim kerja secara kekeluargaan); (4) protecting (membangun komunikasi positif; dan pemberian penghargaan); (5) pemberian kebebasan untuk berinovasi (otonomi).
Baca juga: ULM cetak lulusan Doktor Ilmu Lingkungan pertama di Kalimantan
Strategi kemitraan dalam kurikulum terintegrasi pendidikan karakter lokal mencakup: (1) perencanaan kemitraan (sosialisasi program kegiatan; penyusunan program kegiatan; visi, misi dan tujuan sekolah sebagai arah panduan); (2) pelaksanaan kemitraan (pembentukan paguyuban; family gathering; laporan pelaksanaan program anak); serta (3) evaluasi kemitraan (evaluasi pelaksanaan; dan tindak lanjut pelaksanaan program sekolah).
Dia menyimpulkan integrasi dari keempat aspek yang mencakup nilai dan keyakinan kepala sekolah, strategi kepemimpinan kepala sekolah, strategi pemberdayaan guru dan strategi kemitraan inilah yang menjadi fondasi penting karena mampu membentuk karakter lokal anak yang tidak tercabut dari akar budayanya.
Berdasarkan temuan-temuan dan kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini disarankan kepada Dinas Pendidikan Provinsi sebagai bahan rekomendasi kebijakan dalam penyusunan kurikulum terintegrasi pendidikan karakter lokal terkait pemimpin yang memiliki karakter nilai-nilai lokal dengan kemampuan pemimpin yang dapat memimpin, dapat memberdayakan serta membangun kemitraan.
