Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP), secara intensif mengoptimalkan seluruh layanan pengujian dan sertifikasi produk perikanan.
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Kamis, strategi ditujukan secara pesifik untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Unit Pengolahan Ikan (UPI) agar mampu meningkatkan daya saing produk daerah di pasar yang semakin menuntut jaminan mutu ketat.
Baca juga: DKP Kalsel perkuat penataan ruang laut terintegrasi
Kepala UPTD BPMHP DKP Kalsel, Yudita Nurdiana, menegaskan bahwa BPMHP memegang peran penting dalam memastikan kualitas hasil perikanan Kalsel telah memenuhi standar nasional maupun internasional sebagai prasyarat utama dalam perdagangan.
Layanan yang ditawarkan BPMHP mencakup spektrum yang luas, mulai dari analisis laboratorium terstandar hingga proses sertifikasi resmi. Hal ini merupakan respons langsung terhadap kebutuhan pasar yang semakin kompleks, di mana kepercayaan konsumen sangat bergantung pada validasi pihak ketiga yang independen.
“Di BPMHP ini ada beberapa layanan, yaitu layanan pengujian dan lembaga sertifikasi produk. Melalui layanan ini, kami membantu UMKM untuk mendapatkan Sertifikat Produk Tersertifikasi SNI atau SBP-T SNI,” ujar Yudita di Banjarbaru, beberapa waktu lalu.
Optimalisaisi ini sejalan dengan arahan strategis Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin untuk memperkuat daya saing dan jaminan mutu hasil perikanan daerah, BPMHP Provinsi Kalimantan Selatan beroperasi sebagai garda terdepan dalam menjaga standar mutu hasil perikanan, sebuah tugas yang memerlukan konsistensi tinggi dalam penerapan prosedur operasional standar.
Kepala UPTD BPMHP DKP Kalsel, Yudita Nurdiana, menjelaskan bahwa keberadaan lembaga ini sangat vital bagi ekosistem perikanan lokal, terutama bagi entitas usaha skala kecil yang seringkali kesulitan mengakses fasilitas pengujian berstandar tinggi.
BPMHP berupaya menghilangkan hambatan tersebut melalui penyediaan layanan yang terintegrasi dan mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.
Layanan strategis yang disediakan oleh BPMHP mencakup tiga pilar utama: pengujian laboratorium, fungsi sebagai lembaga sertifikasi produk, dan layanan pengambilan sampel lapangan yang didukung oleh tenaga teknis profesional.
Dengan dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang kompeten, BPMHP memastikan bahwa setiap produk yang diuji memiliki jejak mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Selama bertahun-tahun kami sudah melayani berbagai pengujian, baik air, es, maupun produk perikanan lainnya. Pengguna jasa kami banyak dan tetap, karena hasil uji dari BPMHP menjadi bagian penting dalam proses ekspor produk mereka,” Yudita Nurdiana.
Baca juga: DKP Kalsel terapkan hybrid engineering untuk rehabilitasi ekosistem pesisir
Upaya BPMHP Kalsel ini sejalan dengan arahan Gubernur H. Muhidin agar seluruh unit pelaksana teknis di bawah Pemprov Kalsel dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk lokal, menjamin keamanan produk mutu serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor kelautan dan perikanan.
Dengan penguatan layanan pengujian, sertifikasi, dan inovasi produk hasil perikanan, BPMHP Kalsel diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu serta memperluas jangkauan pasar produk perikanan Kalimantan Selatan hingga tingkat nasional dan internasional
