Banjarmasin (ANTARA) - Tim pengabdian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Lokakarya Educational Robotics untuk menanamkan karakter Wasaka (Waja Sampai Kaputing) kepada guru fisika di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman baru kepada guru dalam merancang pembelajaran fisika yang lebih kontekstual, berbasis teknologi, sekaligus menanamkan karakter Wasaka," kata dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP ULM selaku ketua tim pengabdian, Dewi Dewantara, di Banjarmasin, Selasa.
Kegiatan dilaksanakan pada 7 Agustus 2025 dan 4 September 2025 di SMAN 1 Kandangan, diikuti 22 guru fisika anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika MA dan SMA Kabupaten HSS.
Baca juga: Dosen ULM latih guru Kimia integrasikan PBL dengan AI
Dewi menekankan pentingnya menghadirkan inovasi dalam pembelajaran fisika agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Oleh karenanya, upaya peningkatan kualitas pembelajaran fisika terus dilakukan melalui inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal.
Dia menyebut dengan robotika, siswa dapat belajar menghadapi tantangan nyata. Mereka bukan hanya menguasai rumus, tetapi juga berlatih sikap pantang menyerah, teliti, dan konsisten sesuai semangat Wasaka.

Dalam kegiatan, peserta diperkenalkan pada perangkat ArtecRobo yang dipandu oleh Gunawan Rudi Cahyono, dosen Rekayasa Elektro ULM.
Guru berlatih merakit robot sederhana, menguji sensor, hingga melakukan pemrograman dasar.
Proses ini memberi pengalaman langsung bagaimana robotika dapat melatih keterampilan berpikir kritis, problem solving, serta kerja sama tim.

Nilai karakter Wasaka diperjelas oleh Sri Hartini, dosen Pendidikan Fisika FKIP ULM. Yakni ketangguhan dan komitmen menghadapi masalah, yang dia tekankan pentingnya semangat tersebut dalam pembelajaran sains, .
“Melalui robotics, siswa belajar bahwa setiap kendala bisa dipecahkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ungkapnya.
Ketua MGMP Fisika Hulu Sungai Selatan Marhan mengapresiasi kegiatan berkelanjutan ini.
Baca juga: LPPM ULM supervisi Pendidikan Jasmani berbasis teknologi
Menurutnya, guru-guru merasa mendapatkan inspirasi baru. Dengan adanya dua pertemuan, pemahaman guru semakin matang tentang bagaimana mengaitkan fisika dengan kehidupan nyata.
Program pengabdian ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025.
Dukungan ini memungkinkan lahirnya pendekatan inovatif yang mengintegrasikan budaya lokal, teknologi modern, dan penguatan karakter.
Ke depan, tim pengabdian ULM berharap praktik baik ini dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kalimantan Selatan dan menjadi model pembelajaran yang lebih bermakna.

