Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Fitriah, di Banjarmasin, Rabu, mengatakan museum yang terletak di kawasan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan itu telah memenuhi sejumlah persyaratan penting untuk naik status menjadi museum nasional.
Baca juga: Museum Kayuh Baimbai jadi tempat edukasi 5 abad Kota Banjarmasin
“Museum Kayuh Baimbai ini sudah memiliki kualitas tata kelola dan koleksi yang layak untuk mendapat pengakuan secara lebih luas,” ujar Fitriah.
Museum yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai museum tingkat provinsi itu dinilai siap naik tingkat. Menurut Fitriah, pengelolaan museum akan menjadi lebih baik jika telah diakui sebagai museum nasional.
Ia menjelaskan, museum tersebut dulunya merupakan rumah kuno khas Banjar yang berada di tepian Sungai Martapura.
Diketahui, museum ini menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah, terutama yang berkaitan erat dengan sejarah panjang Kota Banjarmasin yang akan memasuki usia 499 tahun pada 24 September 2025.
Museum Kayuh Baimbai juga pernah dikunjungi oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sebagai bentuk perhatian terhadap pentingnya pelestarian budaya daerah.
Baca juga: Danlanal Banjarmasin kunjungi HSS di rangkaian HUT Proklamasi Tentara ALRI
Fitriah mengungkapkan bahwa seluruh dokumen persyaratan administratif telah diselesaikan dan diajukan ke Kementerian Kebudayaan. Saat ini, proses verifikasi tinggal menunggu hasil akhir.
“Informasinya, proses penilaian dari kementerian akan memakan waktu sekitar dua minggu,” katanya.
Ia berharap, dengan pengakuan sebagai museum nasional, Museum Kayuh Baimbai dapat menjadi representasi penting sejarah dan budaya Banjarmasin di tingkat nasional.
Museum tersebut menyimpan koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Banjarmasin dari masa ke masa.
“Jika disetujui, ini akan menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi daya tarik budaya yang lebih besar,” ungkap Fitriah.
Baca juga: Banjarmasin bakal miliki museum air
Pewarta: SukarliEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.