Tanjung (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyatakan tenaga penyuluh pertanian mampu mengubah pola pikir petani dan meningkatkan indeks penanaman guna menggenjot produksi padi maupun kesejahteraan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementan RI Mulyono mengingatkan penyuluh pertanian pun harus menyampaikan hal positif terkait budidaya padi yang dapat menguntungkan bagi petani dan perekonomian daerah.
Baca juga: Generasi muda Kalsel diminta tekuni sektor pertanian
"Kita akan mengupayakan satu desa satu tenaga penyuluh pertanian secara bertahap sehingga sektor pertanian di Tabalong juga berkembang," kata Mulyono pada acara temu teknis penyuluh pertanian se-Kabupaten Tabalong di Hikun Agri Park Tanjung, Tabalong, Selasa.
Sebagai Penanggungjawab Swasembada Pangan Kalsel, Mulyono mengakui masih banyak petani lokal yang hidup di bawah garis kemiskinan karena hanya tanam padi satu kali selama setahun.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan berkomitmen untuk meningkatkan indeks pertanaman melalui normalisasi sungai dan irigasi di wilayah pertanian.
"Pemerintah daerah akan bantu peralatan berupa normalisasi sungai dan irigasi agar indeks pertanaman meningkat," ucap Noor Rifani.
Selain itu beras produksi petani lokal akan dibeli pemerintah daerah melalui program Bela Tani dan perusahaan daerah sehingga harga bisa stabil.
Bagi Rifani, penyuluh pertanian merupakan garda terdepan bagi pembangunan sektor pertanian, karena berperan sebagai aktor strategis yang langsung terjun ke lapangan, mendampingi petani, memberi arahan, membimbing, dan memastikan program pertanian berjalan sebagaimana mestinya.
"Tanpa dukungan dan kerja keras para penyuluh, mustahil program swasembada pangan dapat tercapai secara optimal," tambahnya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan, Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong Rahman Effansyah menambahkan saat ini tercatat sebanyak 75 tenaga penyuluh dengan rincian satu penyuluh bisa bertugas untuk tiga desa.
Baca juga: Firman Yusi : Kalsel juga berpotensi kembangkan pertanian organik
"Dari total 131 desa/kelurahan kita kekurangan tenaga penyuluh sekitar 69 orang," ungkap Erfan.
Namun, Kecamatan Tanjung dan Murung Pudak sebanyak lima desa belum ada tenaga penyuluh pertanian, meliputi Desa Kasiau, Desa Kasiau Raya, Desa Kitang, Desa Garunggung dan Desa Mahe Seberang.
