Kepala DPKP Provinsi Kalsel Syamsir Rahman dikonfirmasi di Banjarmasin, Jumat, mengatakan komoditas pertanian tersebut pada sektor pertanian, seperti padi dan jagung.
Baca juga: DPKP Kalsel tingkatkan kapasitas kader Pangan B2SA
"Tahun 2024, Alhamdulillah produksi kita naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 800 ribuan ton melalui optimalisasi dan cetak sawah, Insya Allah produksi akan terus bertambah,” kata Syamsir.
Syamsir menyatakan Provinsi Kalsel berupaya menjaga kebutuhan pokok karena provinsi berjuluk Bumi Lambung Mangkurat tersebut merupakan penyangga pangan nasional peringkat ke-11.
Guna meningkatkan produksi sektor pertanian, Syamsir menyebutkan DPKP Provinsi Kalsel dan tenaga ahli Gubernur menggelar ekspos secara rutin termasuk menyamakan persepsi, mengevaluasi arah kebijakan, dan memperkuat dukungan terhadap agenda prioritas pembangunan sektor pertanian.
Baca juga: DPKP Kalsel optimalkan lahan rawa dan cetak sawah guna perkuat ketahanan pangan
Syamsir menekankan sejumlah program utama seperti cetak sawah baru, optimalisasi lahan, serta penguatan komoditas pangan strategis, terutama padi dan jagung.
Menurutnya, langkah ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan Kalsel sebagai salah satu penyangga pangan nasional.
Syamsir juga menambahkan program pertanian di Kalsel turut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, terutama upaya swasembada pangan melalui sinergi lintas sektor sehingga terjadi peningkatan produksi yang berkelanjutan dan merata hingga tingkat petani.
“Kita tetap berada pada tataran berlari cepat untuk mengejar target di sektor pertanian,” ucap Syamsir.
Baca juga: Pemprov Kalsel hibahkan dana Rp3,6 miliar kepada Pemkab Tanah Laut
