Banjarmasin (ANTARA) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel) menyoroti pendidikan dengan harapan agar pemerintah provinsi atau Pemprov setempat meningkatkan kepedulian terkait pendidikan.
Sorotan tersebut antara lain masalah Angka Putus Sekolah (APS) termuat dalam pemandangan umum terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) Kalsel Tahun 2025 pada rapat paripurna DPRD provinsi setempat di Banjarmasin, Rabu.
Baca juga: DPRD Banjarbaru ajukan tiga raperda inisiatif
Dalam pemandangan umum Fraksi PKS yang diketuai H Mushaffa Zakir dan Sekretarisnya Firman Yusi berharap agar Pemprov Kalsel turut menanggulangi APS tersebut guna peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Selain itu, agar Pemprov meningkatkan kepedulian terhadap harapan lama sekolah, ujar Fraksi PKS dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Sekretarisnya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketuanya H Supian HK dan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) setempat, H Muhammad Syarifuddin.
Dengan mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) angka harapan lama sekolah di Kalsel tercatat rata-rata 12,87 tahun. "Semoga kita konsisten mempertahankan harapan lama sekolah," harap Fraksi PKS tersebut.
Fraksi PKS juga mengapresiasi terhadap RAPBD-P Kalsel 2025 dengan Pendapatan Daerah Rp9,7 triliun lebih dan Belanja Daerah Rp12 triliun lebih yang selisih kurang tersebut akan ditutupi anggaran pembiayaan.
Baca juga: Pemkot-DPRD Banjarbaru sepakati perda pertanggungjawaban APBD 2024
Sementara semua atau tujuh fraksi di DPRD Kalsel mengingatkan Pemprov setempat agar memperhatikan efesiensi serta efektivitas dalam penggunaan APBD-P 2025, tanpa mengenyampingkan, transparansi dan akuntabilitas.
