Banjarmasin (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengamankan "Rumah Banjar" (Gedung DPRD provinsi setempat) dari rencana aksi demo menolak pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat lembaga legislatif.
Dari pantauan Antara Kalsel di lapangan, Kamis, aparat kepolisian sudah siap siaga sekitar pukul 10.00 Wita di Rumah Banjar, kendati rencana aksi demo sesudah Shalat Dzuhur atau lebih kurang pukul 15.00 Wita.
Namun dalam arahannya Kapolda Kalsel menginstruksikan agar anggota polisi tetap sabar menghadapi aksi pengunjuk rasa tersebut. Pengarahan lapangan dilakukan melalui pengeras suara.
Sekretaris DPRD (Seksan) Kalsel Muhammad Jaini ketika dikonfirmasi menyatakan terima kasih atas kesiapsiagaan aparat kepolisian yang senantiasa melakukan pengamanan dini terhadap Rumah Banjar
"Kita harapkan dalam unjuk rasa kali ini jangan sampai terjadi kerusuhan sehingga daerah kita tetap kondusif, sebagaimana beberapa kali aksi demo sebelumnya," harap M Jaini.
Aksi demo penolakan pilkada lewat DPRD itu dari kelompok yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalsel, seperti Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Saat aksi mahasiswa tersebut, pimpinan dan anggota DPRD Kalsel sedang melaksanakan reses sebagaimana terjadwal, 14 - 21 Januari 2026, sehingga ketika aksi berlangsung tak seorangpun wakil rakyat tingkat provinsi itu berada di Rumah Banjar.
