Martapura Kalsel (ANTARA) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Habib Umar Hasan Alie Bahasyim mengharapkan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar segera terwujud.
"Harapan yang saya kemukakan merupakan akumulasi aspirasi masyarakat sebagai salah satu upaya pencegahan atau pengendalian banjir," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel II/Kabupaten Banjar tersebut ketika dikonfirmasi, Kamis.
Wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyatakan turut prihatin atas bencana banjir yang seakan langganan tiap musim penghujan melanda "Bumi Barakat" Banjar dan membuat penduduk setempat tak bisa berbuat banyak.
"Oleh sebab itu, kita harapkan agar pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Bendungan Riam Kiwa (kiwa dari bahasa daerah Banjar = kiri)," tegas Habib Umar, anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel tersebut.
Selain sebagai daerah tangkapan air atau pengendalian banjir, keberadaan Bendungan Riam Kiwa juga bisa berfungsi untuk irigasi/pengairan pertanian serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan lainnya.
Oleh karenanya pula, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengebut pembangunan Bendungan Riam Kiwa, yang kini fokus pada percepatan penyelesaian pembebasan lahan di Kabupaten Banjar agar konstruksi fisik bisa segera dimulai, dengan target selesai tahun 2027, guna mengendalikan banjir.
Sebagai contoh percepatan pembebasan lahan di Desa Angkipih, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, termasuk koordinasi intensif pengadaan tanah dan penanganan dampak sosial kemasyarakatan.
"Kita harapkan pula, warga masyarakat turut menyukseskan pembangunan Riam Kiwa tersebut. Keberadaannya nanti banyak fungsi dalam konteks peningkatan kesejahteraan rakyat, sebagai contoh keberadaan Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, " demikian Hahib Umar.
Baca juga: DPRD Kalsel dorong percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa
Baca juga: Pemkab Banjar siapkan lahan pembangunan Bendungan Riam Kiwa

Sekilas tentang Waduk Riam Kanan merupakan proyek infrastruktur besar atas prakarsa mantan Gubernur Kalimantan Ir. P.M. Noor mulai pembangunan Tahun 1963 dan selesai 1973, diresmikan Presiden Soeharto sebagai PLTA untuk memasok listrik ke Banjarmasin pada waktu itu.
Pembangunan Waduk Riam Kanan menenggelamkan sembilan desa seperti Tiwingan dan Kalaan, kini menjadi ikon wisata dan sumber perikanan, serta menjadi bagian dari Geopark Meratus, dengan danau buatan yang terbentuk dari delapan sungai dari Pegunungan Meratus.
Fungsi dan manfaat Waduk Riam Kanan antara lain sebagai PLTA, sumber air baku serta irigasi, sumber ekonomi seperti perikanan air tawar, menjadi destinasi wisata alam dengan pulau-pulau dan keindahan panorama Pegunungan Meratus.
