Tanjung (ANTARA) - Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan H Muhammad Noor Rifani berkomitmen mendorong swasembada pangan khususnya ketersediaan daging sapi yang saat ini masih impor dari luar daerah maupun mancanegara untuk memenuhi kebutuhan lokal
"Sebenarnya potensi pengembangan sapi di Tabalong cukup banyak baik lahan yang luas hingga cikal-bakal peternak sapi," jelas Noor Rifani usai memantau ketersediaan dan harga sembako di Pasar Bauntung Tanjung, Senin.
Upaya untuk mendorong swasembada pangan khususnya daging sapi di Kabupaten Tabalong tambah Rifani melalui pembibitan, penggemukan dan perlu didukung dengan tempat pemotongan hewan berskala besar dan halal.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disbunnak Tabalong, drh Suwandi mengatakan untuk daging impor (frozen) berasal dari Australia, Brazil dan India.
Sedangkan kebutuhan sampai potong disupport dari Sulawesi, Nusata Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Dari data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong, konsumsi daging masyarakat Kabupaten Tabalong setiap tahunnya sekitar 980 ton dan ketersediaan daging sapi hanya 72 hingga 100 ton.
Saat ini daging sapi fresh dijual dengan harga Rp155 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram dan daging sapi beku kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.
Sementara itu hasil pemantauan di Pasar Bauntung Tanjung harga dan pasokan sejumlah kebutuhan seperti telur, ayam hingga daging sapi mencukupi hingga lebaran.
"Kami mengimbau masyarakat berbelanja seperlunya untuk menghadapi lebaran ini dan hindari menimbun barang terlalu banyak," jelas Bupati Tabalong.
Pemerintah daerah pun akan selalu memantau terkait kenaikan harga ini dengan harapan terjadi keseimbangan antara permintaan dan kebutuhan.