Kalau ada yang tidak mau bekerja untuk rakyat, lebih baik minggirBanjarmasin (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman kecewa terhadap kinerja Pimpinan Wilayah Badan Urusan Logistik Provinsi Kalimantan Selatan (Pimwil Bulog Kalsel) Dani Satrio karena dianggap tidak bekerja maksimal menyerap gabah dari petani.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Pertanian (Kementan) diterima di Banjarmasin, Rabu, Mentan Amran menerima keluhan para petani karena Bulog Kalsel tidak maksimal menyerap gabah petani saat panen raya.
Baca juga: Mentan ancam cabut Dana OPLAH dan Cetak Sawah jika pemda tak serius
“Saya kecewa dengan Bulog, petani menunggu kepastian harga di sawah, tapi Bulog malah menunggu di gudang. Ini tidak bisa dibiarkan harus ada perbaikan sistem. Kalau ada yang tidak mau bekerja untuk rakyat, lebih baik minggir,” kata Amran.
Diketahui, Amran sempat kunjungan kerja menghadiri panen raya petani di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalsel pada Selasa.
Amran menyoroti keluhan petani di Tanah Laut yang mengungkapkan saat ini gabah petani terpaksa dijual ke tengkulak dengan harga di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp5.300 hingga Rp5.600 per kilogram.
Hal ini terjadi diindikasikan karena Bulog Kalsel dinilai kurang responsif dan sulit dihubungi ketika petani membutuhkan kepastian penyerapan.
“Bulog di sini susah sekali dihubungi, mereka juga jarang turun ke lapangan. Padahal sekarang petani lagi panen raya, tapi nggak ada kepastian. Akhirnya, kami terpaksa jual ke tengkulak meskipun harganya jauh di bawah HPP,” keluh seorang petani di Tanah Laut.
Baca juga: Gubernur Muhidin minta pusat terbitkan Perpres tindak pemilik lahan tidur
Keluhan serupa juga datang dari petani lain di Tanah Laut dan sekitarnya. Ada petani yang mengaku memiliki 151 karung gabah, tetapi belum ada kepastian kapan BULOG akan membelinya, sehingga menyimpan gabah di rumahnya.
Pewarta: Latif ThohirEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.