• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kalsel
Selasa, 3 Februari 2026
Antara News kalsel
Antara News kalsel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Pariwisata & Lingkungan Hidup
    • Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Sabtu, 31 Januari 2026 21:13

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      Kamis, 15 Januari 2026 22:41

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Kamis, 18 Desember 2025 16:50

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Minggu, 14 Desember 2025 11:49

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Senin, 1 Desember 2025 15:03

  • Nasional
    • Aceh Barat darurat bencana kebakaran lahan

      Aceh Barat darurat bencana kebakaran lahan

      Selasa, 3 Februari 2026 13:30

      Lebih dari 105 ribu warga masih mengungsi akibat bencana di Sumatera

      Lebih dari 105 ribu warga masih mengungsi akibat bencana di Sumatera

      Selasa, 3 Februari 2026 11:33

      Longsor Cisarua - 80 jenazah telah dievakuasi hingga hari ke-10

      Longsor Cisarua - 80 jenazah telah dievakuasi hingga hari ke-10

      Senin, 2 Februari 2026 20:32

      Nenek Saudah titikkan air mata saat hadiri RDP di DPR RI

      Nenek Saudah titikkan air mata saat hadiri RDP di DPR RI

      Senin, 2 Februari 2026 16:40

      BPS: Bahan pangan andil terbesar deflasi Januari 2026

      BPS: Bahan pangan andil terbesar deflasi Januari 2026

      Senin, 2 Februari 2026 16:24

  • Seputar Kalsel
    • Pemprov Kalsel
    • Kotabaru
    • DPRD Kotabaru
    • Tanah Bumbu
    • Hulu Sungai Utara
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Balangan
    • Tanah Laut
    • Yayasan Amanah Bangun Negeri
    • Banjarbaru
    • DPRD Kalsel
    • Tapin
    • Barito Kuala
    • DPRD Balangan
    • Banjar
    • Banjarmasin
    • Tabalong
    • Umum
    • Olahraga
      • Jadwal pekan kelima IBL 2026

        Jadwal pekan kelima IBL 2026

        Selasa, 3 Februari 2026 11:19

        Kejuaraan Asia Beregu 2026 - Anthony Ginting pimpin tim Indonesia

        Kejuaraan Asia Beregu 2026 - Anthony Ginting pimpin tim Indonesia

        Senin, 2 Februari 2026 21:40

        Super League  - Arema menang 1-0 lawan Persijap

        Super League - Arema menang 1-0 lawan Persijap

        Senin, 2 Februari 2026 20:48

        Indonesia tuntaskan Track Asia Cup I dengan enam emas

        Indonesia tuntaskan Track Asia Cup I dengan enam emas

        Senin, 2 Februari 2026 11:26

        IBL 2026  - Kesatria menyerah 70-83 dari Tangerang Hawks

        IBL 2026 - Kesatria menyerah 70-83 dari Tangerang Hawks

        Minggu, 1 Februari 2026 22:20

    • Pendidikan
        • Berita ULM
        • POLIBAN BANJARMASIN
        ULM sediakan 7.061 kursi untuk mahasiswa baru 2026

        ULM sediakan 7.061 kursi untuk mahasiswa baru 2026

        Selasa, 3 Februari 2026 16:41

        ULM raih penghargaan BPJS Kesehatan berkat digitalisasi layanan LMMC

        ULM raih penghargaan BPJS Kesehatan berkat digitalisasi layanan LMMC

        Selasa, 3 Februari 2026 16:39

        ULM cetak 15 dokter spesialis dan 44 dokter baru

        ULM cetak 15 dokter spesialis dan 44 dokter baru

        Selasa, 27 Januari 2026 16:54

        FKIK ULM tambah enam program dokter spesialis

        FKIK ULM tambah enam program dokter spesialis

        Selasa, 27 Januari 2026 16:49

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Selasa, 23 Desember 2025 19:48

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Jumat, 19 Desember 2025 23:20

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Senin, 15 Desember 2025 19:55

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Sabtu, 13 Desember 2025 20:04

    • English News
      • South Kalimantan Quarantine inspects 1.1 tons shrimp for East Java consumption

        South Kalimantan Quarantine inspects 1.1 tons shrimp for East Java consumption

        Selasa, 3 Februari 2026 16:46

        Banjarmasin Penitentiary harvests 75 kg pangasius cultivated by inmates

        Banjarmasin Penitentiary harvests 75 kg pangasius cultivated by inmates

        Selasa, 3 Februari 2026 14:44

        Manpower Ministry supports Tabalong's plan to produce 15,000 skilled workers

        Manpower Ministry supports Tabalong's plan to produce 15,000 skilled workers

        Selasa, 3 Februari 2026 0:44

        Prabowo highlights social programs' impact on economy and welfare

        Prabowo highlights social programs' impact on economy and welfare

        Senin, 2 Februari 2026 23:17

        Indonesia's BNPB responds swiftly to two-day multi-hazard events

        Indonesia's BNPB responds swiftly to two-day multi-hazard events

        Senin, 2 Februari 2026 1:26

    • Infografik
    • Foto
      • Teknik Sipil UNIVSM teken MoU dengan PT Dinar Energi Utama

        Teknik Sipil UNIVSM teken MoU dengan PT Dinar Energi Utama

        Sabtu, 31 Januari 2026 22:46

        PLN Kalselteng-Poliban sinergi dorong kompetensi vokasi kendaraan listrik melalui Elvi Sukesi

        PLN Kalselteng-Poliban sinergi dorong kompetensi vokasi kendaraan listrik melalui Elvi Sukesi

        Sabtu, 31 Januari 2026 20:42

        Dirut PLN dampingi Menhan resmikan operasional pabrik prekursor baterai

        Dirut PLN dampingi Menhan resmikan operasional pabrik prekursor baterai

        Sabtu, 31 Januari 2026 7:05

        YBM PLN UID Kalselteng serahkan bantuan korban banjir di Kecamatan Halong

        YBM PLN UID Kalselteng serahkan bantuan korban banjir di Kecamatan Halong

        Jumat, 30 Januari 2026 21:12

        DPRD Tanah Bumbu paripurnakan Raperda APBD 2026

        DPRD Tanah Bumbu paripurnakan Raperda APBD 2026

        Senin, 26 Januari 2026 20:06

    • Video
      • Menteri Hukum resmikan 2015 Posbankum di Kalsel

        Menteri Hukum resmikan 2015 Posbankum di Kalsel

        Jumat, 30 Januari 2026 21:08

        Bhakti Korem 101 Antasari perkuat dukungan pendidikan

        Bhakti Korem 101 Antasari perkuat dukungan pendidikan

        Kamis, 29 Januari 2026 19:46

        Kunjungi Korem 101 Antasari, Komisi I DPR RI bahas isu strategis

        Kunjungi Korem 101 Antasari, Komisi I DPR RI bahas isu strategis

        Rabu, 28 Januari 2026 23:13

        Kalsel fasilitasi beasiswa kuliah luar negeri bagi ratusan pelajar

        Kalsel fasilitasi beasiswa kuliah luar negeri bagi ratusan pelajar

        Rabu, 28 Januari 2026 0:44

        KSOP Banjarmasin terima aspirasi IKASUDA soal aturan standar kapal

        KSOP Banjarmasin terima aspirasi IKASUDA soal aturan standar kapal

        Senin, 26 Januari 2026 23:20

    Galang, pulau yang dirindu para eks-pengungsi

    Jumat, 6 Maret 2020 9:30 WIB

    Galang, pulau yang dirindu para eks-pengungsi

    Petugas Ditpam Badan Pengusahaan Batam Abu Nawastewe. ANTARA/Evy R. Syamsir

    Di sinilah kami melepas rindu, berbincang tentang masa lalu, puluhan tahun lalu,

    Batam (ANTARA) - “Biasanya kalau saya membawa eks-pengungsi ke mari, mereka lebih senang memilih duduk di sini,” ujar Abu Nawastewe (43) sambil duduk bersila di atas tanah berumput di pintu masuk bekas Rumah Sakit Camp Sinam (pengungsi Vietnam).

    Dataran tempat duduk berumput itu diteduhi pepohonan yang berjejer di pinggir jalan beraspal. Lokasi rumah sakit berada di turunan sisi kiri tempat kami duduk, berupa banguan tua yang telah lapuk.

    “Di sinilah kami melepas rindu, berbincang tentang masa lalu, puluhan tahun lalu,” ujar Abu, salah seorang warga Pulau Galang yang memiliki selaksa kenangan tentang Camp Sinam di pulau tempatnya tinggal.

    Sesaat lelaki berperawakan kecil, ketika berbincang dengan ANTARA pada Rabu sore (4/3), dengan masih berpakaian seragam biru hitam, pakaian dinasnya sebagai petugas Ditpam Badan Pengusahaan Batam, terlihat merenung memandang lokasi rumah sakit eks-pengungsi itu.

    Jeda sesaat yang dilakukannya seakan mengumpulkan kembali ingatannya atas kejadian puluhan tahun lalu karena sejak berumur tiga tahun, dia telah bergaul dengan para pengungsi Vietnam.

    Abu lahir di Sulawesi pada 1977. Dalam masa umur tiga hari dia telah dibawa orang tuanya merantau ke Selat Buaya di daerah Senayang (sekarang wilayah Kabupaten Lingga, Kepri) dan pada 1980, saat dia berumur tiga tahun orang tuanya membawanya pindah ke Sijantung, kampung nelayan di Pulau Galang.

    Saat bermukim di Sijantung yang merupakan perkampungan penduduk yang berbatasan dengan kamp pengungsi inilah, ia berbaur dengan para pengungsi Vietnam yang telah terlebih dahulu dimukimkan di Pulau Galang sejak 1979 sampai 1997.

    Lokasi pengungsian itu luasnya 80 hektare sebagai tempat tinggal pengungsi Vietnam dan Kamboja dengan jumlah pengungsi 250.000 jiwa.

    Para pengungsi yang lebih dikenal sebagai manusia sampan itu dikumpulkan di Pulau Galang setelah sebelumnya mereka berdatangan ke Serasan (Kabupaten Natuna), Tanjungpinang, dan Batam.

    Leluasanya ia bermain dengan anak pengungsi dan ikut membesar bersama mereka di dalam kamp karena ibunya bekerja di Koperasi Puskopal. Jadi, Abu kecil leluasa bergaul dengan orang Vietnam dan anak-anak di tempat itu.



    Diakuinya,pada masa kamp Vietnam, masyarakat di desa sekitarnya hidup makmur karena hasil tangkapan ikan dapat ditampung di kamp, sedangkan masyarakat desa juga dapat membeli kebutuhan harian di kamp. Selain ada koperasi yang menyediakan beras, juga ada pasar.

    “Saya masih ingat, kehidupan pada masa itu sangat menyenangkan. Ibu saya bekerja di koperasi Puskopal, beras selalu tersedia, walau ayah penggarap kebun. Kalau sakit, kami yang tinggal di luar kamp dapat berobat gratis, bahkan saat saya sunat biayanya gratis, juga dapat uang dan kain sarung,” tutur ayah tiga anak itu sambil tertawa.

    Abu yang juga lebih dikenal dengan sapaan Abu Galang itu, menuturkan lokasi tempatnya sekarang bekerja, ketika dahulu dihuni sangat ramai. Pemukiman para pengungsi berupa barak, bangunan dua lantai dari kayu.

    “Bawahnya untuk dapur dan bagian atas tempat tinggal,” ujar Abu menceritakan bentuk bangunan barak.

    Barak yang dibangun memanjang tersebut tidak untuk hanya untuk satu keluarga tapi banyak keluarga. Ada yang bersekat per kamar dan ada pula yang los untuk individu tanpa keluarga.

    Di kawasan lokasi pemukiman yang terbagi empat zona itu, tidak hanya terdapat barak, juga dilengkapi dengan fasilitas umum ada rumah sakit, sekolah, pasar, kedai kopi, gudang logistik, lapangan olahraga, pos pengamanan, bioskop, dan gedung video.

    “Gedung video ada empat tempat. Semula bioskop tapi tutup karena kurang laku lalu dibuatlah gedung video untuk orang menonton film. Kaset video diputar dan kami menonton pada tabung teve,” kata Abu seraya menambahkan masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di kamp daripada bergaul dengan sesama warga kampungnya Sijantung.

    Berbaur
    Ingatannya berbaur dengan para pengungsi bukan dalam masa singkat. Sejak masih balita hingga umur mencecah 19 tahun, ia hidup bersama para pengungsi dan bermain bersama. Berkelahi dengan anak-anak pengungsi adalah kesehariannya.

    Bahkan, dia punya dua keluarga angkat Vietnam tempatnya tinggal di dalam kamp. Mereka adalah Mr. Phuc dan Ci Kuchi.

    “Awalnya saya jadi anak angkat Mr. Phuc, sempat saya akan dibawanya pindah ke Australia, tapi ibu saya tidak kasih,” katanya.

    Kepergian Mr. Phuc bersama keluarganya tidak membuat dia terlalu berduka karena masih ada Chi Kuchi yang juga ibu angkatnya yang dipanggil Mama Chi. Dengan keluarga Chi, semula dia bergaul rapat dengan tiga anak warga asing itu.

    Ia tumbuh bersama tiga anak Mama Chi yang menjadi sahabat karibnya, yakni Thanh, Anyang, dan Mueyai.

    Dari merekalah, Abu kecil fasih berbahasa Vietnam dan ada seorang teman Vietnamnya yang disapa Son Indo pandai pula berbahasa Indonesia. Abu di kalangan warga Vietnam dipanggil dengan sebutan “Bhu”.

    Kalau berada di kamp sepeninggal Mr. Phuc, dia tinggal di barak Mama Chi yang dulunya saat di Vietnam merupakan keluarga pengusaha.

    Walau hidup sebagai pengungsi, Mama Chi tetap membuka usaha berdagang kue, sedangkan Abu-lah yang mengantarkan kue tersebut ke kedai.

    “Kue buatan Mama Chi enak. Kuenya disebut banh do pown terbuat dari kacang. Sangat laris. Pagi kue diantar, sorenya jemput uang,” ujar dia.



    Kehidupannya dengan keluarga Mama Chi berselang cukup lama. Walau keluarga angkatnya beragama Katolik dan Abu seorang Muslim, tidak mengurangi kekerabatannya dengan keluarga Vietnam tersebut.

    “Saya kalau di barak Mama Chi, perlengkapan makan dan alat masak untuk saya dipersiapkan berbeda. Dia tahu saya Muslim walau saat itu saya masih anak-anak tetapi piring saya dan kuali masak tidak akan sama dengan mereka. Mama akan menyiapkan hidangan khusus untuk saya,” ungkap Abu.

    Kasih sayang yang diberikan keluarga Chi padanya hingga kini masih berbekas. Bahkan dahulu dia masuk dalam daftar keluarga Chi yang akan dibawa ke Amerika Serikat dan sudah disetujui oleh UNHCR.

    Namun, orang tuanya tidak mengizinkan dia pergi jauh dari mereka.

    “Yang berkesan saya tinggal dengan Mama Chi. Dia pernah jahit celana saya yang koyak. Kalau saya tidak ada, siapa yang akan urus kamu. Itu kata-kata Mama Chi yang paling berkesan,” kenang Abu.

    Kasih sayang yang dirasakannya dari keluarga Vietnamnya itu harus berakhir dengan perginya keluarga tersebut ke Amerika bersama ratusan ribu pengungsi lainnya ke berbagai negara.

    Seketika, kamp yang semula sebagai kota yang ramai, selalu hiruk pikuk dengan kisah kehidupan, akhirnya kembali sepi.

    Pulau Galang yang telah mengharumkan nama Indonesia karena misi kemanusiaan itu, akhirnya kembali sunyi seperti 17 tahun sebelumnya.

    Abu mengatakan, sangat sulit bagi dirinya melupakan keluarga angkatnya itu. Walau berbeda bangsa, agama, dan budaya, jalinan kekeluargaan dan kasih sayang yang didapatnya dari keluarga Chi membuatnya kehilangan.

    Itu sebabnya, pada masa tahun pertama kamp tersebut ditinggalkan, Abu masih acap ulang alik ke barak tempat tinggal keluarga angkatnya dahulu.

    Kadang dia tidur di situ walau tidak ada orang lain. Barulah setelah rumput dan ilalang makin panjang tumbuh sekitar barak, Abu tidak berani. Akhirnya, lokasi barak yang berada di zona i itu ditumbuhi semak belukar dan barak pun roboh.

    Keberadaan Camp Sinam hingga kini selalu masih dirindu para pengungsi. Bahkan eks-pengungsi yang tinggal di berbagai negara telah saling terhubung dengan membuat jaringan komunikasi dalam grup Galang Camp, dan Abu salah seorang anggota grup.

    “Saya masih selalu berkomunikasi dengan eks-pengungsi, baik melalui WA, FB, ataupun saya pakai aplikasi mereka Viber dan Zalo,” katanya.

    Ia mengatakan walau telah berpisah puluhan tahun dan selalu berada dalam lokasi kamp karena 13 tahun pula dia bertugas sebagai sekuriti di kawasan yang kini menjadi objek wisata sejarah itu, tapi hubungannya dengan keluarga angkatnya tetap berlanjut.

    “Terakhir beberapa hari lalu kakak angkat saya 'video call' memperlihatkan kondisi mama yang tua dan tidak bisa apa-apa. Kakak saya bilang mama sudah pikun, tapi dia masih ingat saya,” ungkap Abu yang hingga kini masih berbahasa Vietnam apabila berhubungan dengan teman-temannya pada masa lalu.

    Sejak meninggalkan Pulau Galang, keluarga angkatnya yang kini bermukim di Amerika tidak pernah kembali.

    Namun, pengungsi yang lain silih berganti datang untuk berkunjung. Bahkan, pada 2005, dirinya masih bertemu dengan eks-pengungsi yang ramai-ramai reunian di Galang.

    Beberapa temannya di grup Galang Camp mengakui bahwa mereka sangat rindu dengan pulau itu.

    Pulau Galang sangat mengesan bagi mereka.

    Pewarta: Evy R. Syamsir
    Editor : Ulul Maskuriah
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest

    Berita Terkait

    Ombudsman Kalsel: Bantuan banjir agar didistribusikan secara merata

    Ombudsman Kalsel: Bantuan banjir agar didistribusikan secara merata

    10 Januari 2026 21:38

    Pemkab Banjar pastikan kebutuhan para pengungsi banjir terpenuhi

    Pemkab Banjar pastikan kebutuhan para pengungsi banjir terpenuhi

    10 Januari 2026 10:10

    Prabowo dengarkan langsung kebutuhan pengungsi di Tapanuli Selatan

    Prabowo dengarkan langsung kebutuhan pengungsi di Tapanuli Selatan

    31 Desember 2025 21:28

    BPBD Banjar salurkan bantuan logistik kepada ratusan pengungsi banjir

    BPBD Banjar salurkan bantuan logistik kepada ratusan pengungsi banjir

    28 Desember 2025 17:24

    Tangis haru warga pecah saat Prabowo tinjau posko pengungsi di Agam

    Tangis haru warga pecah saat Prabowo tinjau posko pengungsi di Agam

    18 Desember 2025 14:28

    Korban meninggal dunia bencana Aceh bertambah 23 orang

    Korban meninggal dunia bencana Aceh bertambah 23 orang

    9 Desember 2025 22:58

    Di Bireuen, Prabowo dengarkan jeritan hati pengungsi

    Di Bireuen, Prabowo dengarkan jeritan hati pengungsi

    7 Desember 2025 17:01

    Pengungsi mandiri sebut dukungan ANTARA motivasi hadapi bencana alam

    Pengungsi mandiri sebut dukungan ANTARA motivasi hadapi bencana alam

    1 Desember 2024 22:11

    Terpopuler

    Desy Purwasih pemuda Mantewe raih gelar doktor dengan IPK sempurna

    Desy Purwasih pemuda Mantewe raih gelar doktor dengan IPK sempurna

    DPRD Balangan perjuangkan nasib honorer non-database ke KemenPANRB

    DPRD Balangan perjuangkan nasib honorer non-database ke KemenPANRB

    Jalan Margasari Tapin - Kelumpang HSS Kalsel harapkan bantuan perbaikan

    Jalan Margasari Tapin - Kelumpang HSS Kalsel harapkan bantuan perbaikan

    Polresta Banjarmasin tangkap pengedar puluhan gram sabu saat transaksi depan Hexagon

    Polresta Banjarmasin tangkap pengedar puluhan gram sabu saat transaksi depan Hexagon

    Bupati HST lantik 17 pejabat untuk tingkatkan pelayanan masyarakat

    Bupati HST lantik 17 pejabat untuk tingkatkan pelayanan masyarakat

    Top News

    • Ubed juarai Thailand Masters 2026, tumbangkan tuan rumah

      Ubed juarai Thailand Masters 2026, tumbangkan tuan rumah

      1 Februari 2026 21:12

    • Thailand Masters 2026 - Leo/Bagas juara, kalahkan Raymond/Joaquin

      Thailand Masters 2026 - Leo/Bagas juara, kalahkan Raymond/Joaquin

      1 Februari 2026 16:46

    • ULM cetak 15 dokter spesialis dan 44 dokter baru

      ULM cetak 15 dokter spesialis dan 44 dokter baru

      27 Januari 2026 16:54

    • FKIK ULM tambah enam program dokter spesialis

      FKIK ULM tambah enam program dokter spesialis

      27 Januari 2026 16:49

    • Antropolog Ekologi ULM: Sampel danum bangai tidak representatif

      Antropolog Ekologi ULM: Sampel danum bangai tidak representatif

      27 Januari 2026 16:37

    Antara News kalsel
    kalsel.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Seputar Kalsel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • English News
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA