Banjar, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), memastikan penanganan pengungsi terdampak banjir berjalan optimal serta kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Hingga saat ini pemerintah setempat memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir seiring meluasnya dampak banjir di sejumlah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha di Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat, mengatakan debit air di beberapa wilayah mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, berdasarkan data terakhir, banjir masih melanda 12 kecamatan dengan 135 desa dan kelurahan terdampak.
“Debit air memang bervariasi, di wilayah hulu sudah mulai surut, sementara di daerah yang posisinya lebih rendah masih cukup tinggi, namun perlahan mulai menurun,” ujarnya.
Wasis mengatakan bencana banjir di Kabupaten Banjar kian meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, pada Rabu, 7 Januari 2026 mencatat sebanyak 32.789 rumah, 135.704 jiwa terdampak dan 8.577 hunian terendam.
Jumlah tersebut naik dibandingkan 6 Januari 2026. Sebanyak 23.133 rumah yang dihuni 118.151 jiwa terdampak banjir.
Sementara, 13.732 rumah milik warga Kabupaten Banjar terendam. Angka tersebut berasal dari sembilan kecamatan dan tersebar di 121 desa/kelurahan di Kabupaten Banjar.
Terkait penyaluran bantuan, Wasis menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi, penanganan dilakukan melalui dua skema. Dinas Sosial P3AP2KB menyiapkan kebutuhan konsumsi melalui dapur umum, sementara BPBD menyalurkan bantuan paket sembako ke titik-titik terdampak, termasuk langsung ke rumah warga.
“Pak Bupati Banjar memimpin langsung penyaluran bantuan ke masyarakat terdampak. Kemarin dilakukan di Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, dan hari ini di Tajau Landung dan sekitarnya,” katanya.
Menurut Wasis, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan skala prioritas wilayah dengan dampak terparah. Data penerima diperbarui melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) yang bersumber dari laporan desa dan kelurahan serta diverifikasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC).
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah, BPBD, Dinsos P3AP2KB, camat, dan relawan, Pemkab Banjar telah mengaktifkan dapur umum di beberapa titik terdampak, menyalurkan makanan siap saji dan paket sembako, serta melakukan pendataan dan pemantauan langsung terhadap warga terdampak banjir.
"Distribusi bantuan untuk warga terdampak banjir kami lakukan secara bertahap dan merata, menyesuaikan kondisi di lapangan," tuturnya.
Lebih lanjut, Wasis mengatakan, pimpinan daerah juga turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan penanganan berjalan, sekaligus memberikan dukungan moril kepada masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir, mendengar dan bertindak bersama masyarakat di tengah situasi darurat.
Selain penanganan darurat, Pemkab Banjar juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang, termasuk penyusunan masterplan penanggulangan banjir dari hulu ke hilir sebagai upaya mitigasi agar risiko banjir ke depan dapat ditekan secara berkelanjutan.
Pemkab Banjar mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, waspada dan mengikuti informasi resmi, serta bersama-sama memperkuat solidaritas sosial demi percepatan pemulihan pascabanjir.
