Perempuan tersebut dikenal dengan julukan Nyai Kundan atau dengan nama asli Hayatun Nufus, kelahiran Haruai, 29 Mei 1978.
Ketika berada di Banjarmasin, isteri seorang anggota TNI ini dengan percaya dirinya berpakaian ala Dayak walau dimana saja termasuk saat menghadiri lomba presenter yang diselenggarakan LKBN Antara saat Hari Pers Nasional (HPN).
Ketika ditanya pakaian dayak berasal dari kulit kayu yang sedang dikenakannya, wanita yang juga penari tetap di Dinas Pariwisata Kabupaten Tabalong ini mengaku membuat sendiri, bahkan sekarang menjadi usaha sambilan selain sebagai seorang PNS atau guru SMPN 7 Tabalong.
Lulusan S2 Panca Setia Banjarbaru ini mengakui kemampuan membuat pakaian kulit kayu dilakukan secara tak sengaja setelah melihat seorang perajin di Desa Upau, hanya mencuri pandang.
Bahkan sekarang menjualnya kulit kayu olahannya itu dengan Rp300 ribu per lembar, sehari memproduksi dua lembar olahan kulit kayu, dan banyak memproleh pesanan dari Jakarta, dan dari Bali, selain dari Kalsel sendiri.
Walau dalam memproduksi kulit kayu untuk pakaian itu ia tak kerja sendiri, tetapi bersama empat temannya, karena untuk mengolah kulit kayu agar bisa menjadi pakaian harus ada kesabaran, karena kulit kayu diambil lalu di pukul-pukul menggunakan palu terbuat dari kayu ulin dan alasnya juga terbuat dari kayu ulin pula.
Bila salah mengolahnya maka kulit kayu tak akan bisa jadi, oleh karena itu harus hati-hati dan pelan-pelan makanya untuk menyelesaikan satu helai itu cukup lama sekali dan memukulnya bergantian.
Pewarta: Hasan ZainuddinEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026