Popularitas Itik Alabio, sejenis ternak unggas dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan diharapkan jangan sampai memudar.
Harapan itu dari Sekretaris Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalsel Burhanuddin, di Banjarmasin, Senin, berkaitan dengan kurang terdengarnya gaung kepopuleran Itik Alabio tersebut belakangan ini.
Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel yang juga membidangi pertanian secara umum itu, berharap pula, keberadaan Itik Alabio tersebut bukan cuma sekedar popularitas, seperti tempo dulu, tapi lebih unggul dan berkualitas.
Untuk makin berkualitas dan lebih unggul, Sekretaris Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) DPRD Kalsel tersebut, menyarankan, perlu upaya pengembangan, disamping pelestarian Itik Alabio yang populer hingga berbagai pelosok nusantara pada Tahun 1980-an.
Bahkan popularitas Itik Alabio sampai ke mancanegara, seperti Benua Australia, sehingga menjadi perhatian peternak unggas dunia dan berusaha untuk mengembangkan serta meningkatkan kualitasnya.
Wakil rakyat dari PBR yang menyandang gelar insenyur tersebut, menyarankan, untuk pengembangan dan peningkatan kualitas Itik Alabio, mungkin perlu dengan cara kawin silang varietas itik lain yang punya kelebihan/keunggulan.
"Memang keunggulan Itik Alabio tak bisa diragukan. Tapi akan lebih baik lagi kalau terus diupaya peningkatan kualitas dan pengembangannya," tandasnya kepada wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.
Ia mengungkapkan, keunggulan Itik Alabio tersebut antara lain dari segi daging yang banyak serta tergolong renyah, dan telurnya selain tergolong besar, juga bisa bertahan agak lama, dibandingkan dengan jenis itik biasa lainnya.
Oleh sebab itu, kalau dikelola dengan baik, usaha peternakan Itik Alabio, bukan saja bisa mendatangkan nilai tambah bagi peternaknya, tapi juga dapat membantu Kalsel dalam upaya swasembada daging.
"Apalagi Kalsel berpotensi besar untuk pengembangan usaha Itik Alabio, yang bukan saja di HSU, tapi juga kabupaten/kota lainnya di provinsi ini," demikian Burhanuddin.
Itik Alabio sebuah ikon perekonomian rakyat "Bumi Agung" HSU, dan karenanya jenis unggas tersebut menjadi maskot kabupaten yang sebagian besar merupakan daerah rawa itu.
Selain Itik Alabio, di HSU juga terkenal dengan kerbau rawa, yang penggembalaan atau sistem pemeliharaannya juga di kawasan rawa monoton dengan hamparannya mencapai ribuan hektare.
Sedangkan Alabio, sebuah wilayah/kota kecil, yang juga merupakan daerah pertanian tanaman pangan dengan sistem polder, sekitar 185 kilometer utara Banjarmasin.
