Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kegiatan pemantauan hilal untuk menentukan masuknya 1 Syawal 1447 H / 2026 M atau Hari Raya Idul Fitri di Kota Banjarmasin, Kamis.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Muhammad Tambrin di Banjarmasin, Kamis, menyampaikan, pantauan hilal atau bulan sabit dilangsungkan saat terbenamnya matahari sekitar pukul 18.33 Wita di puncak gedung Hotel Zury Express Banjarmasin.
"Karena kondisi langit di daerah kita hujan dan langit masih mendung berawan, sehingga hilal tidak bisa dilihat, tapi yang jelas kami telah melaksanakan Hisab Rukyatul Hilal di Kalimantan Selatan," ujarnya.
Berdasarkan hitungan tim ilmu falaq atau hisab hilal Kanwil Kemenag Kalsel, jelang 1 Syawal 1447 H / 2026 M, terbenamnya matahari pukul 18.33 Wita, Azimul Matahari 269° 28’ 31”, Terbenam Bulan pukul 18:43 WITA, Tinggi Bulan Hakiki 02°25’ 34” (Kriteria MABIMS 3 Dejarat belum terpenuhi).
Selanjutnya Tinggi Bulan Mar’i 01° 42’ 44” (di atas ufuk), Azimut Bulan 273° 41’ 06”, Jarak Azimut Matahari dan Bulan 04° 12’ 35” Utara Matahari, Elongasi + 05° 25’ 44” (Kriteria MABIMS 6,4 Dejarat belum terpenuhi) dan Umur Bulan 9 Jam 08 Menit.
Tambrin menjelaskan, pemerintah saat ini menggunakan kriteria Imkanur Rukyat terbaru MABIMS dengan batas minimal ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Kriteria tersebut menjadi acuan dalam menentukan kemungkinan terlihatnya hilal secara astronomis.
Tambrin mengajak masyarakat Kalimantan Selatan untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1447 H.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Banua untuk menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah,” katanya.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dia berharap masyarakat dapat menyambut hari kemenangan dengan penuh khidmat serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.
“Semoga pelaksanaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung tertib, aman, damai, serta penuh semangat kebersamaan dan saling menghormati antar sesama,” harapnya.
Kegiatan rukyatul hilal ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah serta silaturahmi antar berbagai pihak yang terlibat, sekaligus memberikan kontribusi data hasil pemantauan hilal sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat nasional.
Turut hadir di kegiatan tersebut jajaran pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Kalsel dan perwakilan Lajnah Falakiyah PWNU Kalsel.
