Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam khutbahnya di Masjid As Salam - Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah atau UPPD Banjarmasin 1 (Samsat), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan asal usul ibadah qurban bagi kaum Muslim. 

"Ibadah qurban berawal dari penyembelihan Nabi Ismail alaihi salam (as) sewaktu masih remaja oleh Nabi Ibrahim as," ungkap Guru Saiful dalam khutbahnya di hadapan jamaah Masjid As Salam di Jalan A Yani km6 Banjarmasin, sebelum Shalat Jum'at. 

Diceritakan, bahwa pada suatu ketika Nabi Ibrahim bertutur kepada Ismail, diri bermimpi menyembelih anak kesayangannya itu. Ismail pun dengan santun menyilakan ayahandanya.

Ketika mau pergi ke tempat penyembelihan yang kini namanya Jabal (Gunung) Qurban ketiga beranak (Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail) mendapat godaan iblis, masing-masing melempar iblis dengan tujuan batu kerikil, kemudian abadi dalam ibadah haji melontar di Mina. 

Baca juga: Guru Saiful nyatakan di balik ujian ada kasih sayang Allah

"Apa yang disebut Jumrathul Ula (Sugra/kecil), Jumrathul Wustha (tengah), dan Jumrathul Aqabah (Kubra/besar). Ketiga jumrah itu terletak di Mina dan dilontar berurutan pada hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah)," ujar Guru Saiful. 

Sedangkan takbir yang kaum Muslim ucapkan/gemakan pada Idul Fitri (Hari Raya Fitrah) dan Idul Adha (Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban) rangkaian ucapan Malaikat Jibril, Nabi Ibrahim dan Ismail saat mau penyembelihan yang Allah dengan seekor kibas atau domba. 

Baca juga: Guru Saiful ingatkan kaum muslim jangan tinggalkan shalat

Oleh sebab itu, sebelum menutup khutbah pertama yang berdorasi lebih kurang tiga menit, khatib tersebut mengemukakan sebuah Hadits Rasulullah Muhammad saw yang artinya; seorang Muslim yang punya kemampuan melaksanakan ibadah qurban, tapi tidak melakukannya, jangan mendekat dengan masjid ku (kata Rasulullah). 

"Berdasar Hadits Rasulullah tersebut, berarti ibadah qurban mendekati wajib," ujar pengasuh salah satu pondok tahfiz (penghafal al qur'an) di "kota seribu sungai" Banjarmasin dan pernah mondok di Ponpes Al Amin Pemangkih (153; km utara Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel. 

Sebelumnya, guru yang juga pernah menuntut ilmu agama ke tanah Jawa itu, sekilas menceritakan asal mula air zamzam yang sekarang menjadi oleh-oleh utama bagi mereka yang pulang dari ibadsh haji dan umrah. 

Guru H Saiful Anshari saat khutbah di Masjid As Salam, Kantor Samsat Banjarmasin 1, sebelum Shalat Jum'at (1/5/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Ketika itu di tengah gurun pasir yang tandus Siti Hajar mencari air dari bukit Shafa - Marwah (berjarak sekitar 3,5 km) tujuh kali dan dari hentakan kaki Ismail (saat masih bayi) memancar air yang dalam bahasa Ibrani disebut zumi, kemudian diberi nama zamzam. 

"Semoga jamaah yang sedang melakukan ibadah haji Allah selamatkan dan mendapat gelar haji mabrur. Bagi yang belum bersempatan ziarah ke Makam Rasulullah SAW dapat pula ke Tanah Suci Mekkah-Madinah," demikian Guru Saiful Anshari yang disambut jamaah Shalat Jum'at dengan ucapan Aamiin. 

Baca juga: Guru Saiful nyatakan tawassul "bunuh" kesombongan

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026