Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Abdurrahman Siddiq dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin menyayangkan seseorang yang berkemampuan tidak melaksanakan ibadah qurban. 

"Karena walaupun ibadah qurban itu sunat. Tapi sunat yang dianjurkan atau sunat mu'akat (mendekati wajib)," ujar Ustadz Abdurrahman Siddiq di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut sesudah shalat Subuh Ahad. 

Oleh sebab itu, Rasulullah Muhammad saw bersabda; bagi yang berkemampuan berqurban, namun tidak melaksanakan, jangan dekati masjid ku (maksudnya Rasulullah SAW). 

Selain mengungkapkan keutamaan ibadah qurban, Ustadz Abdurrahman juga menceritakan asal usul pelaksanaan ibadah qurban tersebut jauh sebelum Nabi Ibrahim alaiht salam (as) atau sejak Nabi Adam as. 

Diceritakan, bahwa ibadah qurban bermula dari dua putra Nabi Adam as yaitu Qabil dan Habil (dua bersaudar) yang disuruh melaksanakan ibadah qurban. 

Baca juga: Ustadz Ghazali ungkap shalat sunat disunatkan atau mu'akat

Dalam melaksanakan ibadah qurban, Qabil menyediakan buahan kurang baik. Sedangkan Habil menyediakan seekor domba putih bersih lagi gemuk atau bagus. 

Domba Habil diterima dan langsung diangkat. "Domba Habil jtulah pengganti Nabi Ismail dalam sejarah ibadah qurban Nabi Ibrahim," Abdurrahman Siddiq.

Ustadz H Abdurrahman Siddiq saat tausiah dimesjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat subuh Ahad (17/5/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026