Kandangan (ANTARA) - Menindaklanjuti instruksi langsung dari Polda Kalsel dan hasil rakor sebelumnya, Tim Saber Perlindungan Pangan, Satgas Pangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terpadu (Pasar Subuh), Kandangan.
Langkah ini diambil untuk menginventarisasi berbagai permasalahan pasar serta memantau perkembangan harga kebutuhan pokok secara langsung di lapangan. Sidak melibatkan kolaborasi lintas sektor, dari Polres HSS, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pertanian PP, hingga Dinas PMPTSP Kabupaten HSS, mengutip pers rilis Diskominfo HSS, Jumat.
"Peninjauan yang dikoordinasi oleh Polres HSS ini merupakan tindak lanjut dari hasil rakor bersama Polda Kalsel, fokus utama kita adalah memastikan keamanan harga pada 10 komoditas pangan strategis," kata Kabid Bina Perdagangan Disperindag HSS Abdul Kodir.
Baca juga: Dapur MBG terpencil Hamak Timur HSS dinilai penuhi standar layak operasi
Pihaknya memberikan penekanan khusus terkait harga MinyaKita, dengan memberikan arahan langsung kepada para pedagang bahwa ini adalah minyak goreng bersubsidi. Harganya sama sekali tidak boleh melebihi ketentuan, yang telah ditetapkan pemerintah.
Salah satu temuan penting dalam sidak ini adalah masih adanya pedagang yang belum mengetahui bahwa distribusi MinyaKita kini sepenuhnya ditangani oleh Bulog.
"Selama ini, tingginya harga MinyaKita di tingkat pengecer disebabkan oleh rantai distribusi yang panjang, di mana pedagang mengambil barang dari pihak kedua atau tengkulak," ungkapnya.
Pemerintah melalui Tim Satgas Pangan pun menghimbau agar pedagang segera berkoordinasi langsung dengan Bulog sebagai distributor resmi.
Baca juga: 20 Petugas kebersihan HSS terima rumah program RITK
Dengan mengambil stok dari Bulog, pedagang bisa mendapatkan harga Rp14.500, sehingga harga jual ke masyarakat tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sementara itu, pihak Polres HSS menegaskan bahwa pengawasan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas bahan pokok, terutama menjelang bulan suci Ramadhan, guna mencegah keresahan di tengah masyarakat, serta memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar, menjamin ketersediaan barang di pasar.
"Kita tidak segan-segan melakukan penindakan tegas, apabila ditemukan oknum pedagang yang melakukan penimbunan barang," kata Rizki Fauzi, salah satu anggota Tim Saber.
Pihaknya pun berterima kasih atas kolaborasi dinas terkait dalam sidak kali ini, memastikan bahan pokok tetap stabil menjelang Ramadhan. Jika ada yang sengaja menimbun, akan ada konsekuensi hukum.
