Banjarmasin (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjalani asesmen Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai bagian dari tahapan evaluasi reformasi birokrasi menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Asesmen tersebut mencakup penilaian terhadap enam area perubahan, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Kepala Lapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah di sela-sela asesmen di Banjarmasin, Selasa.
Ia menyebut tim asesor melakukan pendalaman melalui paparan kinerja, penelaahan data dukung, serta verifikasi implementasi program di lapangan guna memastikan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas.
Baca juga: Lapas Banjarmasin panen 75 kilogram patin hasil budidaya WBP
“Pembangunan Zona Integritas merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi dan keterlibatan seluruh jajaran,” tuturnya.
Menurut dia, Zona Integritas harus diterapkan sebagai budaya kerja dalam pelaksanaan tugas, dengan menjunjung integritas serta memberikan pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Ia juga menekankan pentingnya sinergisitas dan tanggung jawab bersama dalam menjaga tata kelola organisasi, termasuk dalam bersikap dan bertindak di ruang publik.
Melalui asesmen tersebut, Lapas Banjarmasin memperoleh catatan dan rekomendasi sebagai bahan perbaikan berkelanjutan dalam penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Baca juga: Lapas Banjarmasin perkuat pendidikan kesetaraan bagi WBP
