Banjarmasin (ANTARA) - Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memperkuat pendidikan kesetaraan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra.
Kepala Lapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah di Banjarmasin, Minggu, mengatakan pihaknya melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PKBM Azzahra sebagai langkah lanjutan dalam mendukung program pembelajaran kesetaraan bagi WBP.
“Kerja sama ini mencakup program Paket A, Paket B, dan Paket C, yang selama ini telah berjalan dan kini diperbarui agar pelaksanaannya dapat terus berkelanjutan,” ujar dia.
Baca juga: Kakanwil Ditjenpas Kalsel dan Kalapas Banjarmasin panen 180 pot selada
Melalui pendidikan kesetaraan, Herriansyah menyebutkan para WBP diberi kesempatan menempuh pendidikan formal setara SD, SMP, hingga SMA guna membangun bekal diri sebelum kembali ke masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin baik dengan PKBM Azzahra. Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari pembinaan WBP,” tuturnya.
Ia berharap pendidikan kesetaraan ini bisa menjadi sarana bagi setiap WBP untuk memperbaiki diri dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
Baca juga: Lapas Banjarmasin sidang TPP untuk pembebasan 95 WBP
Sementara itu, Pengelola PKBM Azzahra Rachmi Utari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pendidikan di Lapas Banjarmasin.
Ia mengatakan program pembelajaran kesetaraan ini sudah berjalan sejak lama, dan kini perjanjian diperbarui agar kegiatan dapat terus berlanjut.
Dia menyebut saat ini terdapat 140 peserta aktif, dan diharapkan seluruh WBP dapat melanjutkan pendidikannya serta memperoleh pekerjaan yang layak setelah kembali ke masyarakat.
“Lapas Banjarmasin bersama PKBM Azzahra berupaya membuka jalan bagi para WBP untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih bermartabat,” ujar Rachmi.
