Banjarbaru (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) saat ini terus bergerak memperbanyak akreditasi internasional untuk program studi yang menjadi target di tahun 2026 sejalan dengan semangat internasionalisasi pendidikan tinggi.
"Akreditasi internasional upaya strategis meningkatkan kualitas dan daya saing global," kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri saat rapat kerja rencana tindak lanjut capaian kinerja ULM tahun 2026 di Banjarbaru, Kamis (22/1).
Dia mengaku bersyukur sejauh ini beberapa program studi telah berhasil meraih akreditasi internasional dari lembaga akreditasi internasional yang diakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Di antaranya empat program studi di lingkungan Fakultas Pertanian dan Kehutanan yang mendapatkan pengakuan internasional dari Accreditation Agency for Degree Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) asal Jerman.
Baca juga: Empat prodi ULM perpanjang akreditasi internasional ASIIN
Baca juga: ULM jadikan akreditasi internasional ACQUIN instrumen tingkatkan mutu berkelanjutan
Kemudian S1 Teknik Kimia terakreditasi Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).
Bahkan dalam waktu dekat akan menyusul visitasi akreditasi internasional dari Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) untuk sembilan program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Prof Alim menegaskan akreditasi internasional didorong bagi program studi yang sudah terakreditasi Unggul, artinya telah berada di level tertinggi untuk nasional.
Termasuk untuk akreditasi institusi yang juga telah berhasil meraih akreditasi Unggul di tahun 2025 lalu.
Kegiatan rapat kerja di awal tahun ini menjadi forum penting bagi ULM untuk menyatukan langkah seluruh unit kerja dalam menghadapi perubahan formulasi Indikator Kinerja Utama (IKU) di tingkat kementerian.
Baca juga: Rektor ULM dorong Fakultas Ekonomi wujudkan akreditasi internasional
Rektor menegaskan kembali komitmen universitas terhadap visi dan misi ULM, yakni menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang berkarakter kewirausahaan unggul berbasis lingkungan lahan basah.
Ia juga menekankan capaian IKU harus selaras dengan arah pengembangan institusi jangka panjang.
Hingga saat ini ULM telah memiliki lebih dari 130 program studi, dan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 147 program studi pada tahun 2026, seiring dengan pembukaan program studi baru, termasuk pendidikan dokter spesialis, subspesialis, serta program PSDKU di beberapa kabupaten.
Menurutnya, peningkatan jumlah program studi menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama, terutama dalam mendorong peningkatan mutu dan akreditasi program studi yang telah lama berdiri.
“Bukan sekadar menambah program studi, tetapi bagaimana kita memetakan program studi yang ada dan mendorongnya agar mencapai akreditasi Unggul," ujarnya.

