Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Dedy Supriyadi menyatakan, siap melakukan pembangunan Bendungan Riam Kiwa (kiwa bahasa daerah Banjar artinya kiri) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dedy menyatakan itu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kalsel bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) setempat dan pihak-pihak terkait penanggulangan bencana banjir, di Banjarmasin, Kamis.
"Dana untuk membangun Bendungan Riam Kiwa sudah tersedia Rp6 triliun. Kita harapkan mulai pembangunannya tahun 2026 ini," ujar Dedy dalam RDP yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel H Supian HK didampingi Wakilnya H Kartoyo dan pejabat Pemprov setempat mewaki Gubernur H Muhidin.
Namun Dedy mengungkapkan, masih ada kendala berupa pembebasan lahan belum rampung dan mengharapkan bantuan pemerintah daerah agar pada saat pelaksanaan pembangunan tak ada masalah.
Baca juga: Pemkab Banjar siapkan lahan pembangunan Bendungan Riam Kiwa
Ia mengatakan, Bendungan Riam Kiwa itu nanti multifungsi, bukan sekadar kawasan tangkapan air untuk pengendalian banjir, tapi juga bisa sebagai sumber air baku guna kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Selain itu, sebagai irigasi pertanian serta Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) seperti halnya Waduk Riam Kanan yang juga berada di Kabupaten Banjar, dan peruntukan lain seperti kawasan wisata, demikian Dedy Supriyadi.
Menanggapi kendala tersebut, Supian HK meminta Pemprov Kalsel dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar agar segera merespons supaya pembangunan Bendungan Riam Kiwa yang sungainya juga berhulu pada kawasan Pegunungan Meratus itu bisa secepatnya masuk pelaksanaan.
Sementara anggota DPRD Kalsel dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Sarwani dengan lantang menyatakan siap mengawal serta membantu urusan penyelesaian pembebasan lahan guna terwujudnya Bendungan Riam Kiwa tersebut.
Baca juga: Waduk Riam Kiwa Kalsel mampu 75 persen kurangi bencana banjir
"Kan rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa di daerah pemilihan 'ulun' (saya = sebutan halus dalam bahasa daerah Banjar), " ujar politikus muda asal dapil Kalsel II/Kabupaten Banjar itu.
Para wakil rakyat asal dapil Kalael II berharap, dengan terealisasi Bendungan Riam Kiwa paling tidak dapat meminimalkan dampak bencana banjir yang selama ini seakan langganan Kabupaten Banjar tiap musim penghujan.

