Pemkab Banjar siap mendukung penuh pembangunan bendungan,

Banjar, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan, sedang menyiapkan lahan untuk pembangunan Bendungan Riam Kiwa guna mendukung sistem irigasi pertanian.


Bupati Banjar Saidi Mansyur menyatakan apresiasi atas langkah Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Pemkab Banjar siap mendukung penuh pembangunan bendungan, termasuk dalam hal penyusunan rencana aksi, penanganan sosial kemasyarakatan, serta penyiapan lahan," ucap Bupati Banjar di Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat.

Baca juga: DPRD Kalsel dorong percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa

Saidi Mansyur juga mengatakan proyek Bendungan Riam Kiwa ini sangat dinantikan masyarakat. Selain untuk irigasi juga untuk pengendalian banjir.

"Kami berharap proyek ini bisa meningkatkan kesejahteraan warga melalui berbagai program turunan yang menyertai pembangunan bendungan," pungkasnya.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Banjar saat menerima audiensi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, terkait rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa.

Audiensi tersebut disambut oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur, didampingi Penjabat Sekda H Ikhwansyah, Kepala Dinas PUPRP Anna Rosida Santi, Kepala Bappedalitbang Nashrullah Shadiq, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Baca juga: Pemkab Banjar dukung pembangunan Bendungan Riam Kiwa

Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan III Dedi Supriyadi menyampaikan bahwa Bendungan Riam Kiwa merupakan salah satu proyek strategis nasional yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Banjar.

Proyek ini dirancang untuk mendukung sistem irigasi pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air baku, hingga potensi pembangkit listrik tenaga air.

"Bendungan Riam Kiwa dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat Banjar. Dengan kapasitas tampung yang besar, bendungan ini akan menopang ketahanan pangan sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi permasalahan utama,” ujarnya.

Dedi menambahkan, proses pembangunan segera dimulai setelah seluruh tahapan pembebasan lahan diselesaikan. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan kelancaran proyek.

Baca juga: Waduk Riam Kiwa Kalsel mampu 75 persen kurangi bencana banjir

 



Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026