Kandangan (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) H Syafrudin Noor memimpin rapat terbatas membahas permasalahan lingkungan, yang dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi.
Bupati mengingatkan, apabila ada permasalahan yang muncul, termasuk di perusahaan swasta, agar segera dicarikan solusi penanganannya, dengan berkoordinasi kepada berbagai pihak terkait.
"Kami meminta kepada pihak PT Antang Gunung Meratus (AGM) agar setiap permasalahan yang muncul, untuk segera ditangani jangan dibiarkan berlarut-larut," kata bupati mengutip pers rilis Diskominfo HSS, Kandangan, Selasa.
Baca juga: Bupati HSS instruksikan pengerukan sungai dan bantuan warga terdampak banjir
Dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 22 tahun 2025, tentang kewenangan penerbitan persetujuan lingkungan, terkait energi dan sumber daya mineral, termasuk pertambangan batu bara, kewenangan perizinan dan pengawasan ada pada pemerintah pusat beserta persetujuan teknis (pertek) air limbah.
"Meskipun kewenangan perizinan dan pengawasan teknis pertambangan sudah ditarik pemerintah pusat, Pemkab HSS siap memfasilitasi dan mengkoordinasikan sesuai dengan kewenangan dalam aspek tertentu, selaras dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)," ujar bupati.
Baca juga: Masuki 2026, Bupati HSS harapkan ASN tingkatkan kinerja dan profesionalisme
Sementara itu, pihak Manajemen PT AGM berkomitmen segera menyelesaikan permasalahan lingkungan yang timbul dari hulu sampai hilir di wilayah Kabupaten HSS.
Turut hadir dalam rapat ini, Wabup HSS H Suriani, Sekda H Muhammad Noor, Wakil Ketua DPRD HSS H M Kusasi, anggota Komisi lll DPRD HSS Ahmad Rizal, dan Kadis Perkim LH Kabupaten HSS Susilo Adianto dan Manajemen PT AGM.
