Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan Thaufik Hidayat menyatakan riset dan inovasi harus diposisikan sebagai fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi ke depan.
Baca juga: Pemda se-Kalsel komitmen wujudkan transparansi keuangan daerah
“Riset dan teknologi harus kita memposisikan sebagai dasar utama dalam perumusan kebijakan agar kebijakan yang disusun lebih objektif dan terukur,” ujar Thaufik dikonfirmasi di Banjarmasin, Senin.
Berdasarkan proyeksi, ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 berada pada kisaran 4,6 hingga 5,4 persen dan ditargetkan meningkat pada 2026 menjadi 5,3 hingga 5,4 persen.
Kondisi tersebut menuntut peran aktif daerah dalam memberikan kontribusi yang lebih signifikan.
“Dengan riset yang relevan dan inovasi yang aplikatif, kita dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,” kata Thaufik.
Menurutnya, inovasi daerah tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan serta produktivitas sektor-sektor unggulan.
Baca juga: DPRD Kalsel minta Kebun Raya Banua dikembangkan secara terpadu
Kepala Bidang Kerjasama dan Diseminasi BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Nurhidayati, menegaskan Rakortek ini merupakan bagian dari respons daerah terhadap isu strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengoptimalkan peran riset dan inovasi daerah dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Rakortek ini diikuti perwakilan SKPD lingkup Provinsi Kalimantan Selatan, Bapperida/Bappedalitbang/Bappelitbangda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, serta akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat, UIN Antasari, dan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga riset, BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan optimistis inovasi berbasis riset dan teknologi dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Baca juga: Dua spesies langka katak bertaring ditemukan di Pegunungan Meratus
