"Kita memandang penting mengembangkan wisata edukasi dan riset di Kebun Raya Banua Kalsel agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta menunjang pelestarian keanekaragaman hayati daerah," kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah di Banjarbaru, Senin sore.
Baca juga: 1.500 titik usulan pemasangan listrik rumah tangga miskin di Kalsel
Mustaqimah mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Banua untuk membahas arah pengembangan kawasan tersebut ke depan.
Komisi III berharap Kebun Raya Banua tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga ikon edukatif yang bersifat inklusif, inovatif, dan terbuka untuk semua kalangan.
Kebun Raya Banua memiliki lima fungsi utama, yaitu sebagai tempat penelitian, konservasi, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Komisi III menilai lima fungsi tersebut harus dioptimalkan secara terpadu agar berdampak lebih luas.
Pihak pengelola dalam paparannya menyampaikan sejumlah rencana prioritas untuk Tahun Anggaran 2026, antara lain pengadaan jembatan, pengaspalan jalan, pembangunan mushola, serta penyediaan angkutan khusus pengunjung guna meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas.
Baca juga: DPRD Banjarbaru minta Pemkot prioritaskan APBD Perubahan untuk kepentingan masyarakat
Tak hanya itu, BRIDA juga mengusulkan program penguatan riset melalui penyediaan papan nama tanaman, area virtual reality interaktif, rambu-rambu, paving block, kursi taman, toilet, hingga fasilitas ibadah yang layak.
Langkah penataan kawasan juga meliputi pemeliharaan koleksi tanaman, pembagian zona tematik, serta pengelolaan infrastruktur pendukung lainnya.
Komisi III DPRD Kalsel menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan siap mendukung upaya pengembangan Kebun Raya Banua sebagai pusat edukasi dan konservasi kebanggaan daerah.
"Kami akan terus mengawal agar pengembangan ini berjalan sesuai arah pembangunan daerah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas," ujar Mustaqimah.
Baca juga: APBD Perubahan Pemkot Banjarbaru 2025 defisit Rp399 miliar

