Banjarmasin (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memperkuat pelaksanaan program untuk ikut berkontribusi dalam penanganan kemiskinan ekstrem bersinergi dengan pemerintah kota setempat berlanjut ke tahun 2026.
Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin H Riduan Masykur di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, berbagai program yang dilaksanakan dalam penyaluran hasil pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah kepada yang berhak selalu disinergikan dengan pemerintah kota setempat, utamanya dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem.
Sebagai tanda sinergi itu, ungkap dia, BAZNAS Kota Banjarmasin melaksanakan rapat koordinasi dengan unit pengumpulan zakat (UPZ) di instansi pemerintah kota dan BUMN/BUMD serta swasta yang menjadi sumber tertinggi pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah.
"Bahkan kita berikan penganugerahan BAZNAS Awards Kota Banjarmasin 2025 kepada mereka atas kontribusi yang nyata selama ini hingga berlanjut ke tahun-tahun depan," ujarnya.
Baca juga: Seratus ibu hamil di Banjarmasin terima program bergizi cegah stunting
Riduan menyampaikan, program tahun 2026 yang ingin dilaksanakan BAZNAS Kota Banjarmasin tidak lepas untuk penanganan kemiskinan ekstrem yang berasal 100 persen pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah dari masyarakat.
"Ada program santunan untuk lansia, dhuafa dan ibu hamil dari keluarga yang tidak mampu dalam penanganan stunting," ujarnya.
Program penanganan stunting yang sudah dijalankan BAZNAS Kota Banjarmasin beberapa tahun ini menyasar ratusan ibu hamil dari usia tiga bulan hingga melahirkan dengan memberikan makanan bergizi, konsultasi kesehatan gratis, bersalin dan syukuran tasmiyah bayi yang dilahirkan.
"Tahun ini dengan kolaborasi bersama Pemkot dan Kemenag sekitar 100 ibu hamil dari keluarga tidak mampu kita bantu, tahun akan datang kita harap bisa lebih banyak lagi," ujarnya.
Baca juga: BAZNAS Banjarmasin salurkan BLT kepada ratusan dhuafa
Riduan juga mengungkapkan sinergi dalam penanganan kemiskinan ekstrem di antaranya lagi perbaikan rumah tidak layak huni, bahkan dibantu hingga perabotan rumah tangga dan toilet.
"Tahun ini ada sebanyak 10 rumah kita perbaiki bersinergi dengan Bank Kalsel," ujarnya.
Selain itu, BAZNAS Kota Banjarmasin juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada ratusan pelajar dari keluarga tidak mampu dari semua tingkatan, sebab pendidikan juga salah satu upaya untuk pengentasan kemiskinan.
"Jika anak-anak daerah kita berpendidikan, Insya Allah masa depan mereka lebih cerah," ujarnya.
Baca juga: Baznas Banjarmasin bantu rehab total belasan rumah jadi layak huni
Tidak hanya itu saja, untuk membantu pengembangan usaha pedagang kecil, kata Riduan, pihaknya juga memiliki program bantuan modal dan alat usaha agar mereka maju, yakni harapannya dari penerimaan menjadi pemberi zakat, infaq dan shadaqah.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda menyampaikan, BAZNAS selama ini telah hadir mendampingi Pemkot, termasuk saat terjadi musibah kebakaran dan berbagai peristiwa sosial lainnya.
“Alhamdulillah BAZNAS itu selalu membersamai, seperti kebakaran yang kemarin-kemarin terjadi. Dari Pemko ada bantuan dari Kesra, ada juga dari Dinsos dan ada bantuan cash dari BAZNAS,” ujarnya.
Ananda menyebut, permasalahan sosial di Banjarmasin jumlahnya cukup besar, terlebih di tengah keterbatasan Transfer Keuangan Daerah (TKD). Karena itu, kontribusi BAZNAS dapat semakin maksimal.
"Intinya, permasalahan sosial di Kota Banjarmasin ini banyak, apalagi sekarang kita di tengah terbatasnya TKD. Otomatis kami berharap bantuan maksimal dari BAZNAS. Mudah-mudahan BAZNAS bisa menggerakkan seluruh stakeholder untuk membantu masalah sosial dan kemiskinan ekstrem," ujarnya.
