Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di regional Kalimantan berdasarkan data terbaru Science and Technology Index (SINTA) yang dirilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
"ULM menempati posisi pertama di Kalimantan dengan raihan skor 974.031 poin," kata Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bachri di Banjarmasin, Minggu.
Baca juga: ULM jadi kampus terbaik di luar Jawa versi AD Scientific Index
Jika dibandingkan perguruan tinggi lain, keunggulan ULM terlihat cukup jauh. Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat berada di posisi kedua dengan skor 726.324 poin, sedangkan Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur menempati posisi ketiga dengan 545.086 poin.
Menurut Prof Alim, jarak skor ini menunjukkan konsistensi ULM dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas tinggi.
Selain unggul di SINTA, ULM juga masuk jajaran 30 besar perguruan tinggi terbaik nasional versi Edurank 2025, tepatnya di peringkat 27. Pencapaian itu mengungguli Universitas Mulawarman (peringkat 39), Universitas Tanjungpura (peringkat 44), dan Universitas Palangka Raya (peringkat 55).
Alim menyatakan skor SINTA 974.031 merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika yang terus berkolaborasi dalam mengembangkan riset dan publikasi ilmiah.
Baca juga: Dua alumni ULM isi Kabinet Merah Putih
Tidak hanya itu, ULM juga tercatat memiliki jumlah peneliti aktif terbanyak di Kalimantan, yakni 1.749 peneliti, melampaui Universitas Mulawarman (1.558 peneliti) dan Universitas Tanjungpura (1.270 peneliti).
Jumlah tersebut, kata Alim, memperlihatkan ekosistem riset di ULM semakin kuat dan berkelanjutan.
"Prestasi ini menjadi pemacu bagi ULM untuk terus meningkatkan kualitas penelitian melalui dukungan pendanaan, infrastruktur, dan penguatan sumber daya manusia," ujarnya.
Ia menegaskan ULM berkomitmen memperluas riset multidisipliner yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama riset yang mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Data SINTA yang dirilis Kemdiktisaintek menjadi indikator penting produktivitas riset serta peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Baca juga: Tim dosen siapkan Desa Manurung Tanah Bumbu sebagai sentra kain tenun
