Tanjung (ANTARA) - Petani Desa Jirak di Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, berhasil memanfaatkan lahan rawa lebak dan lahan tadah hujan dengan mengembangkan varietas lokal Siam Madu dan varietas unggul nasional Inpari.
Camat Pugaan Farith Yusriannur Riza mengatakan potensi lahan rawa lebak di Desa Jirak sekitar 200 hektare lebih dengan masa tanam hanya satu kali dalam setahun menyusul belum adanya saluran irigasi di wilayah tersebut.
"Saat ini 5 hektare lahan rawa lebak sudah bisa panen dan perlu dukungan infrastruktur berupa saluran air agar bisa tanam dua kali dalam setahun," jelas Farith di Tabalong, Jumat.
Baca juga: Bupati Tabalong optimalkan lahan rawa guna tingkatkan produksi padi
Farith yakin jika normalisasi sungai dan pembangunan kanal atau saluran irigasi di Desa Jirak dan sekitarnya tuntas, maka optimasi lahan dan program cetak sawah bisa terealisasi lebih banyak.
Sekitar 800 hektare potensi lahan pertanian di Desa Jirak, Desa Pampanan dan Desa Tamunti Kecamatan Pugaan bisa dimanfaatkan sebagai lumbung pangan.
Kecamatan Pugaan sendiri berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan pangan dengan menciptakan infrastruktur pendukung dan tanggul agar aman dari banjir.
"Saya mengapresiasi pemerintah Desa Jirak yang berani mengalokasikan dana sekitar Rp700 juta untuk mendukung ketahanan pangan," tambah Farith.
Baca juga: Kecamatan Kelua Tabalong jadi contoh sistem padi apung
Salah satunya pembangunan "Jirak Food Cluster" lahan pertanian terintegrasi sepanjang 3,5 kilometer sebagai upaya mengoptimalkan lahan rawa agar bisa dimanfaatkan sebagai areal pertanian maupun perikanan.
Sementara itu, panen raya padi serentak di 12 provinsi yang dilaksanakan di lokasi optimasi lahan Desa Jirak dihadiri perwakilan Polsek Pugaan, Kodim 1008/Tabalong, DKPPTPH, Kades Jirak Pansyah, brigade pangan, Camat Pugaan, Kabag Ekobang Jelita Anggraini, BPP Kelua (wilayah kerja mencakup Kecamatan Pugaan) dan Balai Benih Tabalong.
Kepala BPP Kelua Munardi menyebutkan produktivitas varietas Siam Madu dan Inpari yang dikembangkan Kelompok Tani Sinar Karya Desa Jirak mencapai 5,2 ton per hektare.
"Dari total luas panen 15 hektare, produksinya mencapai 78 ton dengan potensi lahan rawa lebak di Desa Jirak 273,5 hektare dan lahan tadah hujan 57,3 hektare," jelas Munardi.
Baca juga: Petani Pugaan produksi bawang merah biji hibrida capai 15 ton per haktare
Baca juga: Kelembagaan Ekonomi Petani Tabalong raih terbaik tingkat Kalsel
