Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memprioritaskan pembangunan sektor pertanian dengan mengoptimalkan lahan lebak atau rawa untuk budidaya padi terutama di wilayah selatan melalui program normalisasi sungai.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan melalui normalisasi sungai, lahan lebak ditargetkan minimal bisa ditanami padi satu kali dalam setahun, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Baca juga: Muara Harus cetak 220 tenaga terampil lewat pelatihan dana desa
“Kita menyiapkan ekskavator amphibi untuk kegiatan normalisasi, agar lahan lebak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pertanian,” kata Rifani di Tabalong, Selasa.
Menurut data pemerintah daerah, sekitar 5.352 hektare lahan lebak di Tabalong tergolong sebagai kawasan rawan banjir, sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Empat kecamatan yang memiliki potensi lahan lebak terbesar yakni Banua Lawas, Kelua, Muara Harus, dan Pugaan. Optimalisasi di kawasan ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan daerah.
Sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berbasis wilayah, Bupati Tabalong bersama perangkat daerah terkait menggelar kunjungan kerja ke Desa Paliat, Kecamatan Kelua, dalam rangkaian program Bupati Berdiam di Desa (Bunga Desa), sekaligus memantau pelaksanaan berbagai program prioritas.
Baca juga: Petani Padangin kembangkan jagung pakan, Bupati Tabalong janjikan sumur bor
Dalam kegiatan Bunga Desa, pemerintah juga memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, seperti administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, gerakan literasi sekolah, penanaman jagung pada lahan ketahanan pangan desa, serta penyediaan pasar murah.
Camat Kelua Fariduddin menyampaikan bahwa pada tahun ini program beasiswa yang bersumber dari dana desa diberikan kepada 671 siswa berprestasi, dengan besaran antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per anak.
“Selain beasiswa, kami juga menargetkan mencetak 775 tenaga terampil melalui pelatihan yang didukung dana desa,” ujarnya.
Guna mendukung program Satu Desa Satu WiFi, Pemerintah Desa Paliat turut mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta melalui APBDes Perubahan 2025 untuk pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas pendukungnya.
Sebelumnya, program Bunga Desa juga telah dilaksanakan di Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak, serta di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Bintang Ara, sebagai upaya pemerataan pelayanan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Baca juga: Warga Bintang Ara usulkan sarana transportasi gratis bagi pelajar
