Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengikuti pra-evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2025 dengan fokus terhadap peningkatan kinerja pemerintahan.
Penjabat Sekretaris Daerah Banjar Ikhwansyah di Banjarbaru, Kamis mengatakan pra-evaluasi SAKIP bukan formalitas, melainkan alat ukur riil konsistensi pelaksanaan kinerja di lapangan.
Baca juga: Pemkab Banjar targetkan SAKIP meraih Nilai A
"Kegiatan itu menjadi bagian penting untuk mengukur efektivitas, efisiensi, sekaligus orientasi dari hasil kinerja pemerintahan," ujar Ikhwansyah usai membuka workshop yang digelar di Kota Banjarbaru.
Dijelaskan Ikhwansyah, proses pra-evaluasi menggunakan metode verifikasi lapangan pada sejumlah perangkat daerah yang menjadi sampel sehingga semuanya harus dipersiapkan dengan baik.
Ikhwansyah menuturkan, penekanannya bukan hanya kelengkapan dokumen, tetapi juga pada keterkaitan antara perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi internal hingga capaian kinerja pemerintahan.
"Tim SAKIP Pemkab memberikan pendampingan kepada perangkat daerah agar paparan disusun selaras format, seragam antar perangkat, dan menunjukkan keterpaduan seluruh aspek kinerja," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Banjar berikan "reward and punishment" atas Sakip SKPD
Dikatakan Ikhwansyah, Kabupaten Banjar menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota di wilayah Kalsel yang terpilih mengikuti Pra-Evaluasi Implementasi SAKIP tahun ini oleh Kementerian PANRB.
"Kami minta kepada seluruh aparatur di Pemkab Banjar menyelaraskan integrasi program daerah dengan isu yang menjadi prioritas nasional seperti pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi," ucapnya.
Kepala Bagian Organisasi Setdakab Banjar Santi Nurlaela mengatakan, workshop ini merupakan tahap awal dari rangkaian proses evaluasi resmi tim dari KemenPANRB dijadwalkan hingga 9 September 2025.
"Pemantapan untuk memastikan kesiapan sembilan perangkat daerah di Pemkab Banjar sebagai sampel evaluasi sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam Surat Edaran KemenPANRB," tutur Santi.
Santi berharap, hasil evaluasi tahun 2025 dapat mendorong peningkatan predikat SAKIP Kabupaten Banjar dari B menjadi BB sehingga sistem yang mengatur tentang akuntabilitas kinerja semakin baik.
Sementara itu, peserta workshop meliputi perwakilan dari sembilan perangkat daerah terpilih, serta Tim SAKIP Kabupaten terdiri atas unsur Sekretariat Daerah, Inspektorat, dan Bappedalitbang.
Baca juga: Kementerian PAN-RB Apresiasi SAKIP Banjar
