Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan diri meraih penghargaan adipura dan evaluasi terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sehingga tidak menimbulkan permasalahan.
Kesiapan itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Ikhwansyah saat memimpin apel Hari Kesadaran Nasional (HKN) tahun 2025 yang diikuti ASN dan pegawai lainnya di Kota Martapura, Jumat.
Baca juga: Pemkab Tapin bentuk tim percepatan atasi persoalan sampah
"Pemkab Banjar komitmen meraih penghargaan Adipura tahun 2025 dan siap membenahi indikator penilaian sehingga bisa mendapatkan piala bidang kebersihan itu," ujarnya di halaman Kantor BPBD Banjar.
Ikhwansyah menegaskan, Pemkab Banjar siap melakukan sosialisasi dan koordinasi intensif, gotong royong, penguatan kelembagaan pengelolaan sampah melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Bank Sampah.
Dijelaskan Ikhwansyah, pembenahan juga dilakukan pada fasilitas seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang telah disiapkan sehingga bisa mendapatkan penghargaan bidang kebersihan itu.
Selain isu kebersihan, Ikhwansyah juga menyoroti kedisiplinan, akuntabilitas administrasi keuangan daerah, jelang akhir tahun anggaran dan realisasi belanja daerah hingga Oktober 2025 masih berada di angka 56,71 persen.
"Ini semua menjadi tugas bersama memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal, tertib, dan tepat sasaran tanpa mengabaikan aspek prosedural dan pertanggungjawaban keuangan," tegasnya.
Apel itu juga menjadi momentum evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.
"Kami menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Banjar memperhatikan keamanan pangan serta prosedur pengolahan makanan sesuai juknis dan juklak dari BGN," tuturnya.
Menyikapi insiden keracunan makanan hingga menyebabkan ratusan siswa sekolah dilarikan ke rumah sakit beberapa waktu lalu, ia meminta peningkatan koordinasi, transparansi dan pengawasan ketat di lapangan.
"Koordinasi, transparansi, dan monitoring yang ketat adalah kunci keberhasilan program MBG sehingga diharapkan tidak terjadi lagi ke hal-hal yang tidak diinginkan dan program bisa berjalan lancar," harapnya.
Ikhwansyah juga mengajak seluruh ASN memaknai waktu dan pekerjaan, mengingat tantangan pada bidang kebersihan, keuangan, dan kesehatan semakin kompleks namun tetap bisa diatasi secara kolaboratif.
Apel dihadiri Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, kepala SKPD, pejabat eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar.
Baca juga: Desa Sarimulya Tanah Bumbu raih juara Adipura
