Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Erna Lisa Halaby membagikan ratusan bungkus bawang merah dan bawang putih secara gratis kepada warga saat membuka Pasar Murah Bersubsidi di hari pertama bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.
Wakil Wali Kota Wartono bersama sejumlah kepada SKPD di lingkungan pemerintah kota hadir pada kegiatan yang diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru, Kamis.
"Alhamdulillah kami membagikan ratusan bungkus bawang merah dan bawang putih secara gratis di pasar murah bersubsidi yang mendapat respon positif warga pengunjung pasar," ujar Lisa.
Kehadiran Lisa ditengah ratusan warga yang didominasi ibu-ibu dan remaja putri mendapat sambutan hangat masyarakat dan mengucapkan terima kasih ditengah kerumunan warga yang antri membeli barang.
Baca juga: Kemendagri dorong ketahanan pangan dan penguatan karakter pelajar di Banjarbaru
Bahkan, warga rela antri sehingga barisan harus diatur rapi menunggu giliran mendapatkan bumbu masak secara gratis di sela pasar murah yang menjual bahan pokoknya lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
"Kami mengapresiasi pasar murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru yang tentunya sangat membantu masyarakat terutama pada bulan Ramadan ini," ucapnya.
Dikatakan, pasar murah bersubsidi itu merupakan suatu bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok saat Ramadan.
"Melalui pasar murah bersubsidi, kami harapkan stabilitas harga bahan pokok terjaga dan daya beli masyarakat tetap kuat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan karena harga barang yang dipastikan naik," ungkapnya.
Baca juga: Pemkot Banjarbaru gelar Gerakan Pangan Murah jelang Ramadhan
Sekretaris DKP3 Banjarbaru Wiwin Robiaty mengatakan pasar murah bersubsidi di hari pertama Ramadan menyasar seluruh masyarakat Kota Banjarbaru sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
"Pasar murah bersubsidi ini ditujukan bagi seluruh masyarakat Banjarbaru dalam rangka pengendalian inflasi. Ke depan, kegiatan serupa terus kami laksanakan untuk menekan laju inflasi di daerah," tuturnya.
Salah seorang pembeli Nurul mengaku sangat terbantu dengan pasar murah bersubsidi karena bisa membeli bahan kebutuhan pokok yang harganya lebih murah dibanding di pasaran seperti cabai, bawang, hingga telur.
"Saya tadi membeli banyak cabai karena harganya hanya Rp5 ribu per bungkus disamping harga gula, telur ayam hingga minyak goreng yang lebih murah dibandingkan dengan harga dipasaran," katanya.
