Barabai (ANTARA) - Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Polda Kalimantan Selatan, mengungkap penemuan kerangka manusia di Desa Tandilang, Kecamatan Batang Alai Timur, diduga meninggal dunia akibat kelaparan dan mengalami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Korban diduga kelaparan karena memiliki riwayat gangguan kejiwaan menurut keterangan keluarga," kata Kasubsi PIDM Humas Polres HST Aiptu M Husaini di Barabai, Sabtu.
Baca juga: Identitas kerangka terungkap lansia warga Wawai Gardu HST
Identitas korban diketahui bernama Nuar (68), warga Desa Wawai Gardu RT02 RW03, Kecamatan Batang Alai Selatan, HST. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad korban sudah dalam kondisi membusuk dan hanya menyisakan kerangka.
Sebelumnya, Polsek Batang Alai Selatan menerima laporan dari warga Desa Tandilang bernama Fahriansyah yang menemukan jasad korban di area hutan perkebunan karet pada Sabtu sekitar pukul 09.00 Wita.
Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Penemuan kerangka manusia hebohkan warga di Desa Tandilang HST
Berdasarkan keterangan keluarga korban, Nuar meninggalkan rumah sejak Rabu (16/8) dan baru ditemukan dalam keadaan tinggal kerangka, Sabtu ini.
"Pihak keluarga mengenali korban dari pakaian berupa sarung yang biasa dipakai korban," jelas Husaini.
Sejumlah warga sekitar juga menyebut korban kerap berjalan-jalan di sekitar kantor kecamatan hingga ke kawasan hutan.
Usai diidentifikasi, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Rescue Relawan Murakata.
Baca juga: Kemenag HST prihatin kasus dugaan perundungan tewaskan santri
