Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi mengatakan kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menggali pengalaman Jawa Timur yang dinilai berhasil dalam penanganan investasi.
Baca juga: DPRD Kalsel kunjungi Disnakertrans Jabar bahas regulasi ketenagakerjaan
“Alhamdulillah, kami bisa mengetahui lebih banyak tentang strategi menarik investor seperti yang dilakukan Jatim. Pola ini tentu bisa kita terapkan juga di Kalsel,” ujar Yani dikonfirmasi di Banjarmasin, Rabu.
Menurut politisi Partai Golkar yang akrab disapa Paman Yani itu, Kalsel memiliki potensi besar di berbagai sektor, namun masih membutuhkan langkah nyata agar lebih meyakinkan investor.
“Kami memastikan Kalsel punya potensi besar. Tinggal bagaimana eksekutif dan legislatif melakukan penetrasi untuk meyakinkan investor bahwa daerah kita sangat layak untuk dijadikan tempat berinvestasi,” katanya.
Ia menyebutkan sejumlah sektor yang menjadi fokus investasi Kalsel antara lain kelautan dan perikanan, perkebunan, hingga mineral.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Balangan setujui bersama empat Raperda
Selain itu, DPRD Kalsel juga menekankan pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat nilai tambah ekonomi.
“Investasi hilirisasi sudah ada yang berjalan di Kalsel, tapi kita ingin sektor lain juga masuk. Dengan begitu, nilai tambah bisa dirasakan langsung oleh daerah dan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan DPMPTSP Jawa Timur Muhammad Arif menyambut baik kunjungan rombongan DPRD Kalsel.
“Kami sangat berterima kasih dan merasa tersanjung. Diskusi ini membuka wawasan bersama dan memperkuat kerja sama antar daerah,” katanya.
Kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel ke Jawa Timur berlangsung pada 25–27 Agustus 2025 dengan agenda utama memperluas wawasan penanaman modal serta mempererat kerja sama lintas daerah.
Baca juga: Firman Yusi: Permasalahan ketenagakerjaan di Kalsel perlu segera solusi

