Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah guna mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.
Wakil Bupati Tapin H Juanda mengatakan tim tersebut akan fokus merumuskan dan menjalankan sembilan langkah strategis yang menjadi tolok ukur kinerja daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat.
Baca juga: Bupati Tabalong: MES jadi penggerak utama perluas ekonomi syariah
“Tapin siap mengambil peran aktif menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus menopang target nasional,” kata Juanda saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Bappelitbang Tapin, Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.
Juanda menjelaskan kesembilan strategi percepatan ekonomi tersebut meliputi percepatan realisasi APBD, mendorong investasi baik dari dalam maupun luar negeri, pembangunan infrastruktur strategis, serta pengendalian harga bahan pokok.
Langkah lainnya, kata Juanda, pencegahan ekspor maupun impor ilegal, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan produktivitas sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, penguatan industri berbasis potensi lokal, serta penyederhanaan perizinan usaha.
“Ini bukan sekadar daftar program, tetapi indikator langsung yang akan dilihat oleh pusat,” ujarnya.
Ia menyebutkan penting konsistensi pelaporan dari seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam tim. Pelaporan capaian wajib dilakukan setiap bulan dan disampaikan paling lambat tanggal 20.
“Tanpa pelaporan yang akurat dan tepat waktu, daerah tidak akan terbaca oleh pusat. Ini soal kepercayaan dan kredibilitas,” ucapnya.
Juanda berharap kolaborasi lintas instansi, baik pemerintah daerah maupun lembaga vertikal, bisa melahirkan sejumlah langkah nyata untuk membangun ekonomi Tapin yang berdaya saing dan inklusif.
Baca juga: Bupati HST: Koperasi Merah Putih solusi atasi ekonomi pedesaan
Sementara itu Kepala Bappelitbang Tapin sekaligus sekretaris tim percepatan Meidy Harris menambahkan bahwa prioritas saat ini adalah menciptakan iklim investasi yang sehat dan efisien.
“Tapin membuka diri seluas-luasnya untuk investor. Kami dorong perizinan yang cepat dan pasti, dengan jaminan kenyamanan berusaha,” ucapnya.
