Rantau (ANTARA) - Wakil Bupati Tapin mengakui lemahnya komitmen serta pemahaman perangkat daerah menjadi kendala utama dalam pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender (PUG) di Kabupaten Tapin.
Wakil Bupati Tapin H. Juanda menyebutkan hingga 2024 capaian Anggaran Responsif Gender (ARG) baru mencapai 15 persen, sedangkan target yang ingin dicapai adalah 22 persen.
Baca juga: Pemkab Tapin imbau masyarakat dan perusahaan waspadai Karhutla
“Perencanaan dan penganggaran responsif gender bukanlah proses terpisah, melainkan pelengkap dalam penyusunan dokumen strategis dan rencana kerja daerah,” katanya saat dikonfirmasi di Rantau, Kabupaten Tapin, Sabtu.
Selain itu, kata dia, penguasaan instrumen Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) juga masih terbatas di kalangan SKPD.
Juanda mengungkapkan pentingnya memperkuat peran SKPD dalam implementasi PPRG agar strategi PUG bisa berjalan optimal dan berdampak nyata pada pembangunan daerah.
Melalui penguatan kapasitas SKPD, Juanda berharap, kebijakan pembangunan di Tapin ke depan tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial yang lebih merata.
Baca juga: Ketua DPRD Tapin tegaskan Merah Putih wajib di atas bendera One Piece
"keseriusan seluruh perangkat daerah untuk mengintegrasikan perspektif gender akan menentukan keberhasilan Tapin dalam mewujudkan pembangunan inklusif, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik yang adil bagi seluruh masyarakat," tambahnya.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026