"Hingga akhir Juni 2025, angka inflasi tahun kalender tercatat hanya sebesar 1,42 persen di Kalsel, jauh di bawah ambang batas yang mengkhawatirkan," kata Kepala Disdag Kalsel Ahmad Bagiawan dikonfirmasi di Banjarmasin, Senin.
Baca juga: Kalsel Expo 2025 siapkan 200 stan bagi SKPD hingga pelaku UMKM
Bagiawan menjelaskan kenaikan harga bahan pokok di Kalsel per akhir Juli 2025 pun tergolong masih aman karena masih di bawah dua persen.
Namun, ia mengakui sempat terjadi gejolak harga pada beberapa komoditas penting, seperti tabung LPG 3 kilogram dan bawang merah.
Kenaikan harga LPG 3 kg terjadi karena keterlambatan distribusi selama libur panjang yang dimanfaatkan oknum spekulan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Itu dikarenakan ada penyebab hari libur panjang hingga dari empat hari, sehingga pengiriman LPG 3 kg terkendala," ungkap Bagiawan.
Dia menyebutkan Pemprov Kalsel dan pemangku kebijakan termasuk Pertamina telah mengatasi mengatasi persoalan ketersediaan tabung LPG bersubsidi tersebut.
Sementara itu, harga bawang merah sempat mengalami lonjakan karena pasokan yang berasal dari luar daerah mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk di jalur laut.
Baca juga: Kalsel kendalikan harga gula dan minyak goreng
“Memang bawang merah di Kalsel mengandalkan pasokan dari luar daerah, sehingga menggunakan angkutan laut yang sempat kemarin kapal yang membawa itu agak terlambat karena gelombang tinggi dan lain-lain,” ucap Bagiawan.
Ia pun memastikan harga tetap terkendali dan stabil untuk beberapa komoditas lain, seperti cabai keriting, cabai merah, telur ayam ras, tepung terigu, dan susu.
Misalkan, harga telur ayam ras, kini berada pada kisaran Rp30.000,00 per rak, bahkan ada yang lebih rendah.
Menghadapi potensi kenaikan konsumsi pada Bulan Maulid, Bagiawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong bahan pokok, terutama bawang merah dan daging berpotensi mengalami kenaikan harga karena permintaan yang tinggi.
“Harapannya tentu warga di Kalimantan Selatan jangan terlalu panik atau jangan memborong bawang merah ataupun daging, sehingga menimbulkan harga menjadi meningkat,” tuturnya.
Bagiawan memastikan Pemprov Kalsel terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok di pasar tradisional serta berkoordinasi dengan distributor maupun pihak terkait guna menjaga stabilitas harga menjelang momen keagamaan dan akhir tahun.
Baca juga: Disdag Kalsel studi komparasi ke Jabar perkuat UMKM dan IKM
