Selasa, 24 Oktober 2017

Stok Sembako Di Kotabaru Mencukupi Hingga Lebaran

id sembako
Stok Sembako Di Kotabaru Mencukupi Hingga Lebaran
Anggota Polsek KPL memeriksa gudang penyimpanan Sembako di Pelabuhan Martapura Baru. (Antarakalsel/foto/Firman/ist)
Setiap hari tim kami melakukan pemeantuan harga sekaligus jumlah stok barang sembako di tingkat agen dan pedagang besar,
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Stok sembilan bahan pokok di Pasar Kemakmuran Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah ini hingga Lebaran 2017.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Kotabaru, H Mahyudiansyah, di Kotabaru, Jumat, mengatakan berdasarkan hasil pantuan di sejumlah agen dan pedagang besar, stok barang yang ada diprediksi cukup hingga Lebaran.

"Setiap hari tim kami melakukan pemeantuan harga sekaligus jumlah stok barang sembako di tingkat agen dan pedagang besar," katanya.

Ia mengatakan kondisi pasar di pasar masih relatif normal, padahal Hari Raya Idhul Fitri sudah semakin dekat. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, di mana di hari seperti ini kondisi pasar sudah sangat padat.

Selain stok yang masih aman, harga barang kebutuhan sehari-hari juga relatif normal, karena antara permintaan dan distribusi masih normal.

"Kenaikan harga barang sembako akan terjadi apabila permintaan meningkat sementara distribusi tidak naik dan stok menipis. Namun kondisi saat ini tidak terjadi hal itu sehingga tidak terjadi kenaikan harga barang," ujar Mahyudiansyah, tanpa menyebut jumlah stok secara detail.

Menurut dia, saat ini di Kotabaru diprediksi terjadi penurunan daya beli masyarakat, karena terpengaruh oleh beberapa faktor.

Di antaranya, banyaknya perusahaan besar di Kotabaru akhir-akhir ini tutup oleh hal lain, sehingga banyak karyawan yang tidak lagi bekerja untuk mendapatkan penghasilan.

Belum banyaknya proyek pemerintah yang dilaksanakan, membuat pekerja bangunan tidak bekerja dan tidak mendapatkan upah, sehingga tidak bisa berbelanja.

Ditambah turunnya hasil produksi perkebunan kelapa sawit, membuat penghasilan petani turun.

"Kata para pedagang yang belanja mayoritas adalah PNS, sementara karyawan perusahaan sudah sepi," terangnya.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga