Lokasi tersebut berdekatan dengan Kantor Sekretariat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Jati 2, Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, Kalsel, Kamis lalu.
Baca juga: Pemkab Banjar luncurkan "Pilot Project" Posyandu 6 bidang SPM
Bocah lima tahun itu terlihat senang, terlebih saat rekan Samsul, yakni Rizali dan Azidin juga mempersilakan teman Raihana ikut bermain mobil listrik yang sudah disiapkan.
Tak hanya menyediakan mobil mainan listrik, petugas BPBD Kalsel juga menyiapkan permainan ular tangga raksasa dan baliho (banner) bendera ukuran kecil dengan materi ajakan menanam pohon untuk mitigasi bencana.
Tim Tenaga Kebencanaan BPBD Provinsi Kalsel pun terlihat berdialog terkait kegiatan mitigasi kebencanaan yang dilakukan.
Menurut Aisyah, Yasmin dan Sely sebagi pemandu permainan ular tangga yang juga berprofesi sebagai TKB BPBD Provinsi Kalsel, permainan ular tangga merupakan media edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana, terutama bagi kalangan anak-anak.
Permainan yang dimodifikasi dengan tema dan kosakata terkait bencana, dapat membuat proses belajar lebih menyenangkan dan efektif.
Ya, keceriaan anak-anak warga Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul merupakan gambaran suasana kemeriahan kegiatan sosialisasi program Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu Era Baru yang dipimpin Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalsel H Fathul Jannah Muhidin saat kunjungan ke daerah.
Sebagai Pengurus Posyandu Provinsi Kalsel dan aparatur sipil negara (ASN) BPBD Provinsi Kalsel, penulis berkesempatan memaparkan karya ilmiah sederhana mengenai peran penting posyandu bersama pemangku kebijakan lain dan masyarakat mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca juga: PKK Kalsel soroti kesiapan Posyandu Kamboja Tapin
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.