Tanjung (ANTARA) - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menargetkan rehab 400 rumah tidak layak huni pada tahun anggaran 2025, agar layak menjadi tempat hunian.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabalong Dody Arief Riyono mengatakan progam bantuan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni akan dilaksanakan dua tahap.
"Bantuan kita dilaksanakan di kawasan kumuh maupun non kumuh secara bertahap," jelas Dody di Tabalong, Jumat.
Untuk tahap pertama bantuan direalisasikan pada triwulan pertama hingga kedua sebanyak 200 unit mencakup 100 unit di kawasan kumuh dan 100 rumah non kumuh.
Sisanya 200 rumah di kawasan non kumuh pada tahap kedua dengan alokasi per unit sebesar Rp20 juta.
"Total bantuan Rp20 juta dengan rincian Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta upah tukang," tambah Dody.
Para calon penerima bantuan program sendiri telah melalui tahapan verifikasi hingga surat keputusan dari kepala desa.
Tahun anggaran 2024 bantuan sosial ini menyasar 307 penerima mencakup 207 penerima dari kawasan kumuh mencakup wilayah selatan 189 rumah, wilayah tengah 2 rumah dan wilayah Utara 16 rumah.
Kemudian, untuk bantuan RTLH di kawasan non-kumuh sebanyak 100 penerima terdiri atas 42 rumah dari wilayah selatan, 19 rumah di wilayah tengah dan 37 rumah dari wilayah utara Tabalong.