Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kota Banjarmasin yang sudah memasuki usia 490 tahun tepat pada 24 September 2016 ini terus memantapkan diri sebagai kota sungai terbaik di Indonesia.
Dukungan mewujudkan itu dipastikan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali, sebab dari penyusunan anggaran dan pembuatan legislasi sudah tepat untuk bisa mencapainya itu.
Menurut politisi Golkar tersebut, disetujuinya perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 dan Perda tentang Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2006-2025 sebagai bukti dewan mendukung mewujudkannya.
Baginya, tinggal tugas pemerintah kota untuk benar-benar menghantarkan pembangunan sesuai RPJMD dan RPJPD yang sudah disepakati bersama-sama itu.
Sehingga, lanjutnya, visi dan misi pemimpin daerah ini, yakni, Wali Kota Ibnu Sina dan Wakil Wali kota Hermansyah untuk mewujudkan daerah ini barasih wan nyaman (Baiman) tercapai sungguh-sungguh pula.
"Tidak hanya sekedar slogan, tapi diwujudkan lewat kerja nyata, sebab kita akan terus mengawasi, karena itu fungsi kita sebagai pemegang mandat rakyat," paparnya.
Terlebih, papar Iwan Rusmali, pembangunan ibu kota provinsi ini sebagai kota percontohan berbasis sungai, karena daerah ini kaya akan aliran sungainya hingga sampai dijuluki "Kota Seribu Sungai".
Pemanfaatan potensi sungai sebagai objek wisata terus didukung pihaknya untuk dikembangkan, sebab ini menjadi cikal bakal andalan perekonomian daerah lewat pariwisata.
"Jadi kota kita ini tidak hanya bertumpu pada sektor jasa dan perdangan, tapi mulai merambah sektor pariwisata, sebab satu ini mulai dirasakan peningkatannya," ucap Iwan Rusmali.
Dikatakannya, makin ramainya kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke kota ini, utamanya karena daya tarik siring sungai Martapura yang dibangun mewah dan menawan cukup berimbas bagi perekonomian masyarakat kecil dan menengah.
Tentunya, beber Iwan Rusmali, kemajuan ini tak terlepas kerja sama antara pihak eksekutif dan legislatif, di mana sinergitas terjalin baik demi kemajuan daerah ini yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, kata Iwan Rusmali, pembangunan siring sungai Martapura yang dimulai 2008 itu tidak sedikit menghabiskan dana, dan ratusan miliar itu tidak bisa keluar tanpa persetujuan legislatif pastinya.
Dia meyakini, dengan jalinan baik yang dibina hingga kini akan berbuah sukses menjadikan kota ini sebagai kota sungai terbaik di Indonesia.
"Banjarmasin merupakan kota yang antik, hampir tidak ada duanya, kota yang di mana-mana ada aliran sungai, hingga jadi spesial dari kota lain di Indonesia," paparnya.
Bahkan sekarang ini, bebernya, Kota Banjarmasin banyak menarik minat acara besar berskala nasional dilangsungkan di sini, ini menunjukkan Banjarmasin memiliki daya pikat yang luar biasa, hingga semua penasaran untuk mengunjunginya.
"Jangan sampai kepercayaan pemerintah pusat ini disia-siakan, kita harus terus memperbaiki kondisi daerah ini terus membaik dan makin membaik, tidak cukup hanya penghargaan Adipura Kirana saja, tapi penghargaan lainnya juga harus direngguh," paparnya.
Sebagai kota yang dikukuhkan pada 24 September 1526 ini, harusnya makin tua, makin bertambah dewasa, yakni, menuju kota yang maju, sejahtera, dan bersih, utamanya kepatuhan masyarakat tidak lagi mengotori sungai dengan sampah, ini yang menjadi penting untuk mencapai kota sungai terbaik di Indonesia.
